Pelaksanaan proyek konstruksi sering terjadi perubahan-perubahan misalnya perubahan material yang mengakibatkan perubahan waktu dan biaya. Pada proyek pembangunan Rumah Susun Mahasiswa Universitas HKBP Nommensen Pematang Siantar terjadi perubahan material dari dinding bata ringan menjadi dinding pracetak. Dinding merupakan salah satu elemen bangunan yang berfungsi memisahkan/membentuk ruang. Adanya perubahan material tersebut, diharapkan waktu pelaksanaan proyek semakin cepat dan mengurangi total biaya proyek. Namun, kenyataannya biaya proyek semakin bertambah. Penelitian yang dilakukan adalah untuk menganalisa apakah metode pracetak lebih efisien dari segi waktu dan biaya dibandingkan dengan metode konvensional (bata ringan). Berdasarkan data yang diolah total harga seluruh pekerjaan dari Pembangunan Rumah Susun Mahasiswa Univ. HKBP Nommensen Kota Pematangsiantar dengan perbedaan pada pekerjaan dinding. Berdasarkan RAB dinding bata ringan sebesar Rp 16.039.886.787,01 dan untuk RAB dinding pracetak adalah sebesar Rp 16.978.001.401,37. Selisih dari kedua pekerjaan adalah sebesar Rp 938.114.614,36. Penjadwalan penelitian menggunakan Time schedule, Berdasarkan pengolahan data durasi pekerjaan dinding pracetak 143 hari, sedangkan durasi pekerjaan dinding bata ringan 177 hari. Pekerjaan dinding pracetak 34 hari lebih cepat dari pekerjaan dinding bata ringan.
Copyrights © 2022