Untuk menjaga keberlangsungan daya listrik pada Sistem Khatulistiwa perlu adanya penanganan terhadap saluran transmisi demi mendapatkan efisiensi. Salah satu faktor penyebab rugi - rugi daya adalah jenis kabel penghantar ACSR yang digunakan, dengan dilakukan rekonduktoring menjadi jenis ACCC pada saluran GI Singakawang – GI Parit Baru diharapkan dapat mengurangi losses dan jatuh tegangan. Perhitungan rugi-rugi daya pada penelitian ini menggunakan solusi aliran daya metode Gauss-Seidel dengan menggunakan software matlab. Hasil perhitungan sebelum dilakukan rekonduktoring rugi- rugi daya aktif pada Sistem Khatulistiwa sebesar 11,102 MW dan setelah dilakukan rekonduktoring, rugi -rugi daya aktif sebesar 10,025 MW, selisih rugi-rugi daya 1,08 MW atau 3,153 %. Sehingga dapat menekan biaya rugi-rugi aktif saluran transmisi Sistem Khatulistiwa sebesar Rp. 42.507.552,96 per hari. Tegangan bus saluran transmisi Sistem Khatulistiwa masih memenuhi ambang standar yang diijinkan berlandaskan Peraturan Menteri ESDM No.18 Tahun 2016 yaitu +5%; -10%. Berdasarkan penjelasan di atas rekonduktoring dapat mengurangi rugi-rugi daya pada transmisi dan meningkatkan tegangan bus serta mengurangi kerugian ekonomis. Meskipun demikian perlu dilakukan kajian rekonduktoring yang lebih lanjut pada saluran transmisi yang lain untuk memperoleh rugi -rugi transmisi dan biaya operasi sitem tenaga yang minumum.
Copyrights © 2022