Teks pada umumnya berisi rangkaian karakter dan dapat membentuk suatu kata, surat dan narasi. Misalnya, pesan teks yang ukurannya besar mengakibatkan proses pengiriman semakin lama, serta menggunakan ruang memori yang besar dalam penyimpanan nya. Maka untuk menghemat ruang penyimpanan dan mempercepat proses pengiriman pesan teks, perlu dilakukan proses kompresi agar ukuran pesan teks tersebut menjadi lebih kecil. Teknik kompresi yang dapat memampatkan pesan teks adalah kompresi pesan menggunakan algoritma Tunstall code dan Phased-in code. Kedua algoritma ini memiliki perbedaan dalam mengompresi pesan teks. Sistem kerja algoritma Tunstall code adalah menentukan rangkaian/sequence simbol untuk setiap codeword, mengambil probabilitas tertinggi dan melakukan iterasi sebanyak N (jumlah symbol) yang akan dikompresi, sedangkan sistem kerja algoritma Phased-in code adalah memberikan sebuah alphabet untuk N simbol, dimulai dengan sebuah tabel kode yang terdiri dari simbol-simbol. Dari perbedaan algoritma tersebut, maka penulis membandingkan kedua algoritma dengan menggunakan metode perbandingan, yaitu metode Single exponential. Dengan menggunakan metode Single exponential, penulis berhasil membandingkan kedua algoritma, dan menghasilkan satu algoritma yang baik untuk pengompresian pesan teks, yaitu algoritma Tunstall code.
Copyrights © 2023