Kebutuhan energi listrik pada Sistem Khatulistiwa terus meningkat setiap tahunnya. Kenyataan tersebut membutuhkan pengembangan dan perencanaan yang baik dalam sistem tenaga listrik. Hal ini diperlukan karena trafo daya memegang peranan penting dalam menyalurkan tenaga listrik ke konsumen. Berdasarkan data penyulang beban puncak dari PT. PLN (Persero) UP3B Kalimantan Barat Gardu Induk Senggiring, Siantan dan Sei.raya telah menggambarkan pesatnya perkembangan kapasitas beban. Hal ini mengakibatkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memprediksi beban puncak pada gardu induk. Studi yang diperlukan untuk mengetahui peningkatan beban puncak dalam menghitung perkiraan kapasitas transformator daya di gardu induk dengan menggunakanAnalisis fungsi regresi yaitu Regresi Linier, Eksponensial dan Power Dalam Pengukuran peramalan Beban Puncak Pada Ketiga Gardu Diatas yang memiliki standar error terkecil dibandingkan dengan fungsi regresi lainnya. Berdasarkan hasil perhitungan pada gardu induk senggiring dipilihlah fungsi regresi linier yang memiliki standar kesalahan terkecil dibandingkan dengan regresiekponensial dan power didapat perkiraan beban puncak tahun 2027sebesar 38.865 MVA, Untuk gardu induk siantan dipilih fungsi regresi power kerena memiliki standar kesalahan yang lebih kecil dibanding dengan regresi linier maupun eksponensial yang didapat perkiraan beban puncak pada tahun 2023 sebesar 39.419MVA dan untukgardu induk Sera dipilih fungsi regresi linier karena memiliki standar kesalahan terkeci ldibanding dengan regresie ksponensial dan power maka di dapatlah perkiraan beban puncak pada gardu induk Sei.raya pada tahun 2027 sebesar 178.362 MVA dari ketiga gardu sudah hampir melewat ikapasitas pada tiap masing-masing gardu induk dan harus diantisipasi dengan solusi yang tepat atau dilakukannya penambahan trafo daya pada gardu induk. Hasil yang ingin dicapai pada tahun 2027 adalah peningkatan kapasitas trafo daya di Gardu Induk Senggiring, Siantan,Sei.raya.
Copyrights © 2022