Proteksi sistem tenaga listrik dan peralatan listrik tidak akan pernah lepas dari sistem pentanahan (grounding), sistem pentanahan sangat diperlukan untuk menjadi jalur pelepasan arus gangguan kedalam tanah agar tidak merusak peralatan listrik. Kebutuhan akan sistem perntanahan yang baik sangat diperlukan dan hal yang menjadi parameter utamanya adalah nilai resistansi pentanahan, dimana semakin rendah nilai resistansi pentanahan makan akan lebih optimal melindungi peralatan listrik. Upaya menurunkan resistansi pentanahan telah banyak dilakukan satu diantaranya dengan melakukan soil treatment menggunakan zat aditif untuk mengkondisikan tanah agar terus lembab karena kemampuannya dalam menyerap air. Bentonit, gypsum dan garam menjadi zat aditif yang sering digunakan namun belum ada yang mencoba menggunakan ketiga zat aditif tadi dengan harapan kelebihan masing-masing dapat dimaksimalkan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui karakteristik penambahan bentonit, gypsum dan garam untuk menurunkan resistansi pentanahan pada tanah gambut serta menemukan komposisi campuran paling efektif dari ketiga zat aditif tersebut dalam menurunkan resistansi pentanahan. Nilai resistansi pentanahan awal sebelum penggunaan zat aditif sebesar 50,9 Ω. Penggunaan 30% bentonit - 30% gypsum - 10% garam menjadi campuran paling efektif dengan resistansi yang didapat sebesar 9,09 Ω dan presentase laju penurunannya mencapai 82,14%. Kemampuan zat aditif untuk menurunkan resistansi pentanahan sangat tergantung pada waktu dan kandungan air, karena zat aditif perlu waktu untuk dapat diserap oleh tanah disekitar elektroda pentanahan dan perlu waktu untuk menyerap air agar menjaga kelembaban tanah.
Copyrights © 2021