DM tipe 2 merupakan kondisi kurangnya insulin relatif, yang diakibatkan penurunan fungsi sel ? pankreas, dan resistensi insulin. Faktor risiko penyebab DM tipe 2 terdiri dari faktor yang dapat dimodifikasi dan faktor yang tidak dapat dimodifikasi. Diagnosa DM tipe 2 dapat ditandai dengan peningkatan glukosa plasma puasa dan glukosa plasma 2 jam setelah TTGO 75 g. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara faktor-faktor risiko dengan kejadian DM tipe 2 di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung. Jenis penelitian ini merupakan obeservasional dengan rancangan studi case control. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data sampling jenuh, di mana semua anggota populasi digunakan menjadi sampel. Jumlah sampel keseluruhan 60 orang, terdiri dari 30 kelompok kasus, dan 30 kelompok kontrol. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan indikator usia, jenis kelamin, hipertensi, riwayat keluarga DM, aktivitas fisik, IMT, dan lingkar perut. Diagnosa DM dan hipertensi dilihat dari riwayat catatan medik pasien. Analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor risiko DM tipe 2 adalah usia (nilai p value = 0.00; OR = 18) dan aktivitas fisik (nilai p value = 0.004; OR = 16.789). Sedangkan jenis kelamin, hipertensi, riwayat keluarga DM, IMT, dan lingkar perut tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor risiko DM tipe 2 di Puskesmas Aertembaga Kota Bitung adalah usia dan aktivitas fisik.
Copyrights © 2023