Artikel ini bertujuan untuk menunjukkan nilai gotong-royong dalam proses pembelajaran di sekolah. Gotong royong sendiri bukanlah hal yang baru lagi di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain fenomenologi. Teknik analisis data dilakukan dengan: mengolah dan mempersiapkan data, membaca keseluruhan data, menganalisis lebih detail dengan mengcoding data, melakukan proses coding, menyusun deskripsi, dan menginterpretasi data. Hasil penelitian menemukan bahwa Internalisasi nilai karakter gotong royong dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila membangun modal sosial peserta didik. Hal ini sejatinya merupakan proses penanaman nilai karakter tersebut ke dalam diri melalui nilai-nilai gotong royong dalam materi Pendidikan Pancasila sehingga dapat membangun modal sosial yang meliputi kepercayaan, jaringan dan norma dengan sub nilai kerja sama, musyawarah, diskusi pemecahan masalah, tolong menolong, empati, anti diskriminasi, anti kekerasan sehingga nilai-nilai tersebut menjadi bagian dalam diri. Nilai karakter gotong royong diharapkan peserta didik menjiwainya dalam pola pikir, pola sikap, dan muara akhirnya membentuk perilaku untuk diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2022