Pemberian Makanan Tambahan(PMT) pada anak menjadi kewajiban orang tua dalam memenuhi gizi. Setelah usia enam bulan, anak sudah bisa diperkenalkan bentuk makanan tambahan pendamping ASI. Variasi makanan cepat saji menjadi tantangan utama ibu supaya tetap menggunakan bahan alami. Permasalahan utama di Posyandu Tulip yaitu banyaknya ibu-ibu dari balita ketergantungan pada makanan tambahan instan berpengawet dibandingkan membuat PMT sendiri. Kurangnya referensi menu PMT salah satu faktor ibu-ibu kurang memahami mengolah bahan makanan. Solusi terhadap masalah ini yaitu mengoptimalkan peran kader Posyandu Tulip mensosialisasikan variasi menu PMT di setiap pelaksanaan Posyandu Balita. Metode pada pengabdian kepada Masyarakt (PKM) yaitu pemberian makanan tambahan pada balita sambil melaksanakan posyandu rutin, tahap selanjutnya adalah praktik pembuatan PMT, pemeriksaan berat badan bayi dan pengarahan ibu-ibu mengenai pentingnya PMT berbahan alami. PKM dilakukan di Dusun Nyabagan, Kelurahan Kolpajung, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan PKM dilaksanakan 20 Oktober 2021 dan 20 November 2021. Hasil kegiatan pendayagunaan posyandu berdampak sangat baik yakni pada saat ini hampir 90 % ibu-ibu memiliki tambahan referensi pembuatan makanan tambahan alami pada saat posyandu rutin berikutnya.Kata-kata Kunci : PMT; Balita, Implementasi
Copyrights © 2023