Tulisan ini bertujuan untuk menjadikan ekonomi syariah sebagai jalan hidup (way of life) untuk meraih falah. Kekeliruan yang banyak terjadi adalah dalam memahami makna al-falah yang sesungguhnya, karena falah hanya dipahami sebatas materi saja, sehingga sikap dan tindakan seseorang dalam kegiatan ekonomi menjadi jauh dari asas dan konsep syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif-kualitatif dengan menggunakan teknik riset kepustakaan (library research). Dalam riset kepustakaan (library research), penelitian ini menggunakan data primer yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits, dan data sekunder berupa jurnal, artikel, dan buku-buku referensi yang membahas topik yang berkaitan dengan masalah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai falah, manusia harus memahami filsafat Tuhan, manusia dan alam. Hakikat hubungan manusia dengan Tuhan dimaknai dengan mengemban amanah sebagai khalifah di muka bumi, yaitu untuk memakmurkan dan mensejahterakan umat manusia. Hakikat hubungan manusia dengan alam adalah bahwa manusia memanfaatkan alam demi terciptanya kebaikan di muka bumi dan menghindari perilaku pengrusakan alam, dan hakikat hubungan manusia dengan manusia lainnya adalah hubungan muamalah, dengan memperkuat ukhuwah sebagai pondasi awal dari kekuatan ekonomi Islam sebagaimana yang diajarkan Rasulullah pada saat membangun perekonomian di Madinah melalui sikap taathuf, tarahum, tafahum, takafful, tadhomun.
Copyrights © 2022