Bullying merupakan salah satu perilaku yang tidak menyenangkan yang banyak dilakukan oleh siswa, perilaku ini marak terjadi dilingkungan sekolah oleh siswa yang memiliki kekuatan atau otoritas terhadap siswa yang lemah. Perilaku bullying muncul akibat rendahnya kemampuan mengelola emosi individu. Empati menjadi salah satu faktor resiko terhadap perilaku bullying di sekolah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dan korelasional dengan sampelsebanyak 296 orang siswa yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kemampuan empati pada siswa berada pada kategori sangat tinggi dengan presentase 67,23% (2) Tingkat perilaku bullying pada siswa berada pada kategori tinggi dengan presentase 70,27% (3) Terdapat hubungan negatif yang signifikan antara empati dengan perilaku bullying siswa di SMAN 1 Tualang. Hubungan negatif yang signifikan dari hasil penelitian ini dapat diartikan semakin tinggi empati maka akan semkin rendah perilaku bullying. Sebaliknya semakin rendah empati maka semakin tinggi perilaku bullying. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan guru BK atau Konselor dapat memberikan bantuan berupa layanan Bimbingan dan Konseling.
Copyrights © 2021