Pencarian dokumen yang ada saat ini yaitu menampilkan hasil pencarian berurut berdasarkan peringkat kecocokan (document ranking). Hal tersebut menyebabkan penemuan data dokumen tidak secara akurat terkelompok pada masing-masing tema. Clustering dapat digunakan dalam pengkategorian atau pengelompokan dokumen. Clustering dengan metode K means adalah algoritma sederhana yang dikembangkan Mac Queen pada tahun 1967. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pengklasteran dokumen abstrak penelitian dosen berbahasa Indonesia dengan menerapkan Algoritma K Means, klaster yang dihasilkan cukup baik, sehingga dapat dijadikan rekomendasi bahwa metode K-Means klastering baik digunakan dalam penerapan sistem temu kembali. Dengan nilai Davies Bouldin Index sebesar -6.186.Kata Kunci: dokumen, k-means, clustering
Copyrights © 2021