Penggunaan wajah merupakan bagian unik pada manusia yang mudah untuk diperoleh, dalam tekniknya otentikasi, saat ini biometrik pengenalan wajah digunakan sebagai metode yang banyak digunakan sebagai otentikasi keaslian dari pengguna. Hal ini dikarenakan penggunaan wajah sebagai identitas unik individu yang hanya dimiliki oleh seseorang dan sukar untuk dipalsukan. Namun rotasi wajah adalah komponen variabel dan membuat deteksi wajah menjadi tugas yang kompleks dan menantang dengan berbagai sudut dan rotasi (Verma, et al., 2022), jika kepala berubah posisi bergerak kebawah (depresi) dan bergerak keatas (elevasi) akan mempengaruhi keterbacaan wajah. Tujuan dari penelitian ini adalah Analisis perubahan posisi kepala depresi dan elevasi dapat mempengaruhi keterbacaan face image dalam otentikasi biometrik wajah. Hasil dari analisis data dapat disimpulkan bahwa dalam penggunaan wajah sebagai authentication biometric perputaran wajah elevasi mapun depresi tidak disarankan lebih dari 270. Hal ini mengakibatkan wajah tidak dikenali karena struktur anggota wajah, seperti mata, mulut dan hidung tidak telihat dengan jelas, sedangkan face distance euclidean kemiripan wajah perputaran elevasi dan depresi wajah dianggap mirip pada perputara 00 sampai perputaran 270. Sedangkan derajat diatas 270 kemiripan wajah tidak stabil dan cenderung tidak mirip
Copyrights © 2023