Provinsi Papua menjadi provinsi yang memiliki daerah tertinggal terbanyak di Indonesia. Untuk pemerataan pembangunan, perlu diketahui kabupaten/kota di Provinsi Papua yang termasuk dalam daerah sangat tertinggal dengan memetakan daerah tertinggal berdasarkan indikator daerah tertinggal menggunakan metode ensemble clustering. Terdapat 29 kabupaten dan 13 variabel yang digunakan dengan 10 variabel data bertipe numerik dan 3 variabel bertipe kategorik. Pembentukan cluster diawali dengan menentukan banyak cluster. Kemudian dilakukan pembentukan cluster dengan metode K-means untuk variabel numerik dan K-modes untuk variabel kategorik. Validasi dilakukan untuk mendapatkan cluster terbaik menggunakan Davies Index Bouldin dan Silhouette. Hasil dari kedua metode yang berupa data kategorik dianalisis dengan metode K-modes. Hasil penelitian menghasilkan 5 cluster terbaik dan dipetakan menjadi 5 tingkat daerah tertinggal. Setiap tingkat memiliki banyak kabupaten dan karakteristik yang berbeda.
Copyrights © 2023