Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi ke beban-beban yang ada di konsumen. Salah satu yang menyebabkan kerja transformator distribusi berkurang adalah adanya arus pada penghantar netral yang menyebabkan adanya rugi-rugi penghantar yang diakibatkan oleh ketidakseimbangan beban pada jaringan distribusi tegangan rendah di Jayapura. Metodologi penelitian yang diterapkan dengan cara melakukan pengambilan data arus, data trafo, data gambar single line yang diperoleh dari PT. PLN (PERSERO) Rayon Abepura. Hasil analisis perhitungan menunjukkan bahwa besarnya rugi-rugi pada LWBP berkisar antara 0,001 KW – 48,10 KW dan WBP rugi-rugi pada penghantar netral berkisar antara 0,01 KW – 18,81 KW. Presentase ketidakseimbangan beban pada Luar Waktu Beban Puncak terbesar pada gardu trafo ABE322 sebesar 33,33 % dan terendah pada gardu trafo ABE347-K sebesar 1,34 %. Sedangkan presentase ketidakseimbangan beban pada Waktu Beban Puncak terbesar pada gardu trafo ABE263-1 sebesar 33,98 % dan terendah pada gardu trafo ABE007-1 sebesar 1,89 %.
Copyrights © 2022