Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya kompetensi siswa dalam berbicara terutama kemampuan berdebat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan alternatif model pembelajaran berdebat yang meningkatkan kemampuan berdebat sekaligus menanamkan karakter positif kepada siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) Bagaimanakah prosedur mengontruksi teks debat dalam bentuk lisan dengan model tongkat berbicara? (2) Apakah terdapat perbedaan hasil belajar mengontruksi teks debat dalam bentuk lisan dengan model tongkat berbicara dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model sel belajar? 3) Apakah terdapat perbedaan peningkatan karakter integritas dalam pembelajaran mengontruksi teks debat dalam bentuk lisan dengan model tongkat berbicara dibandingkan dengan kelas kontrol yang menggunakan model sel belajar? Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan tipe penyisipan. Desain yang digunakan adalah eksperimen semu dengan model desain kontrol prates dan pascates berpasangan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMK Pasundan 1 Bandung Kelas X terdiri atas 2 kelas, masing-masing 40 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t sampel berpasangan. Simpulannya bahwa model tongkat berbicara dapat diterapkan siswa dalam pembelajaran mengontruksi teks debat dalam bentuk lisan, wujud karakter integritas adalah aspek sikap yang meliputi kejujuran, keteladanan, kesantunan, dan cinta pada kebenaran.
Copyrights © 2022