Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan tanaman obat yang ditanam di lahan pekarangan asrama oleh mahasiswa. TOGA berfungsi sebagai sarana untuk mendekatkan tanaman obat dengan upaya kesehatan masyarakat. Namun, pengetahuan mahasiswa STIKes KB Dolok Sanggul tentang TOGA masih kurang, sehingga mereka sulit memanfaatkan lahan pekarangan untuk membudidayakan tanaman obat. Untuk mengatasi hal tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat dosen bersama mahasiswa dengan tujuan melakukan penanaman TOGA dalam media polybag, memanfaatkan hasil penanaman TOGA sebagai obat untuk masalah kesehatan umum di Bukit Sipalakki, dan memberikan contoh peduli lingkungan di Desa Sipalakki. Metode yang digunakan adalah ceramah, demonstrasi, dan diskusi, dengan tiga tahapan kegiatan: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Setelah program pelatihan penanaman TOGA dalam media polybag, terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat Desa Sipalakki, terutama mahasiswa, tentang jenis, manfaat, pengolahan, dan penanaman TOGA dalam media polybag. TOGA adalah tanaman dengan efek farmakologis positif yang biasanya ditanam di rumah atau skala komunal. Dalam kegiatan pengabdian ini, sosialisasi dan penanaman dilakukan secara terpisah. Sosialisasi bertujuan memberikan informasi kepada mahasiswa agar TOGA mereka bermanfaat setelah ditanam, sedangkan penanaman bertujuan meningkatkan kesadaran dan menjadi awal bagi mahasiswa dalam budidaya tanaman obat. Penanaman dilakukan di lahan pekarangan asrama agar mudah dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan. TOGA memiliki peran penting dalam upaya kesehatan bersumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat, terutama bagi keluarga yang tidak memiliki akses ke layanan kesehatan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan dosen dan mahasiswa dalam memanfaatkan TOGA. Pengabdian masyarakat melibatkan 150 mahasiswa dengan menggunakan pre-test, post-test, dan checklist sebagai instrumen. Setelah pelaksanaan program, terjadi peningkatan pengetahuan peserta dari pre-test dengan nilai rata-rata 71,56 menjadi post-test sebesar 84,69, menunjukkan ketercapaian pelaksanaan KIE dan sosialisasi dengan indikator nilai post-test minimal 75. Hal ini menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat tentang TOGA dan pemanfaatannya. Puskesmas diharapkan dapat menyelenggarakan workshop dan pembinaan tentang TOGA serta pemanfaatannya kepada dosen dan mahasiswa.
Copyrights © 2023