Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya pembiasaaan ibadah di sekolah pada anak tunagrahita dan melakukan sebuah komunikasi. Tetapi beradasarkan observasi yang dilakukan anak tersebut masih belum bisa membiasakan ibadah sholat sendiri harus dibimbing dan di ajarakan oleh gurunya. Dalam komunikasi anak tersebut masih belum sempurna karena dalam berbicara anak masih kurang sopan dan kurang mampu dalam berinteraksi. Orang tua juga melakukan pembiasaan ibadah sholat kepada anaknya, namun masih belum sempurna karena anaknya masih sering lupa untuk melakukan sholat dan sering lupa bacaan sholat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan. Penelitian ini menggunakan deskriptif dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan dengan menggambarkan keadaan objek pada saat sekarang berdasarkan fakta-fakta yang tampak sebagaimana adanya. Adapun sumber data dari penelitian ini adalah orang tua dan guru. Sedangkan teknik pengolahan dan analisis data yang penulis gunakan adalah mereduksi data, menyajikan data, dan melakukan verifikasi serta menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan pertama faktor pembiasaan ibadah sholat anak berkebutuhan khusus tunagrahita yaitu faktornya terdapat pada diri sendiri dan juga faktor keluarga dan sosial dimana anak sudah membiasakan ibadah sholat dengan bantuan orang tua dan lingkungan seperti guru dan sekolah. Kedua bentuk komunikasi anak berkebetuhan khusus tunagrahita yaitu dalam melakukaan komunikasi anak ini melakukan komunikasi secara pribadi, kelompok dan massa. Komunikasi yang dilakukan secara pribadi terhadap anak tunagrahita sudah lancar, komunikasi kelompok anak di lingkungan sekolah lancar dengan anak yang berbeda ketunaan agak sulit melakukan komunikasi dan untuk komunikasi massa anak sudah bisa karena di sekolah anak di ajarkan untuk berkomunikasi melalui media-media.
Copyrights © 2023