Penelitian ini memiliki tujuan untuk memberi gambaran mengenai mental toughness dari atlet beladiri tarung derajat yang kembali menjadi juara setelah mengalami cedera berat. Penelitian ini juga menunjukkan faktor penyebab terjadinya cedera, faktor pendukung dan penghambat untuk memperoleh mental toughness. Pembahasan yang dilakukan menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Subjek dalam penelitian ini berjumlah tiga orang yang dipilih dengan metode purposive sampling yang dianggap sesuai dengan kriteria subjek penelitian. Penelitian ini menggunakan teknik wawancara semi-terstruktur dan observasi. Keabsahan data akan ditegakkan dengan teknik triangulasi data. Penelitian ini menunjukkan enam topik, yakni topik pertama, faktor penyebab terjadinya cedera, topik kedua, adanya kesadaran berolahraga ketiga adalah bersikap tangguh, keempat adalah adanya hasrat untuk sukses, kelima faktor pendukung dan ke enam faktor penghambat mental toughness.
Copyrights © 2022