Pneumonia adalah keliru satu persoalan kesehatan serta penyumbang terbesar penyebab kematian anak usia di bawah 5 tahun. Risiko terjadinya pneumonia dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan mirip kepadatan hunian, luas jendela, pencahayaan, serta kelembaban.Tingginya nomor peristiwa pneumonia pada balita di kecamatan Lubuk Kilangan, maka penelitian ini dilakukan menggunakan tujuan mengetahui distribusi spasial faktor risiko lingkungan fisik tempat tinggal terhadap kejadian pneumonia di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Kilangan tahun 2020.Penelitian ini dilakukan memakai metode deskriptif menggunakan memanfaatkan permodelan sistem informasi geografis (SIG). Penelitian ini dilakukan pada wilayah kerja puskesmas Lubuk Kilangan di bulan Februari 2020. Pengambilan sampel secara purposive sampling menggunakan jumlah 97 sampel. Penggunaan software spasial berupa arcGIS.yang akan terjadi penelitian menggunakan perangkat lunak keruangan/spasial yg memberikan faktor risiko terhadap peristiwa pneumonia balita pada wilayah kerja puskesmas Lubuk Kilangan tertinggi di kelurahan Indarung dengan bobot tinggi dan ditandai rona merah di peta. berakibat kelurahan Indarung menjadi kelurahan paling berisiko pada daerah kerja puskesmas Lubuk Kilangan.Faktor risiko lingkungan fisik rumah seperti kepadatan hunian, luas jendela, pencahayaan, dan kelembaban yg berisiko terhadap insiden pneumonia balita sehingga masyarakat perlu menjaga serta menaikkan kualitas kesehatan lingkungan tempat tinggal serta kiprah puskesmas dalam melaksanakan program pencegahan terhadap pneumonia pada balita.
Copyrights © 2022