Dalam kitab Al-Mu`jam al-Mufahras Li al-Fadhi al-Qur`an al-Karim, Al-Baqi menyebut bahwa kata Dīn dalam Al-Qur’an ditemukan sebanyak 92 kali, yang terletak pada 82 ayat yang berbeda. Dengan sangat banyaknya kata Din tersebut, ia menjadi persoalan tersendiri ketika umum dimaknai hanya sebatas “agama”. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif, tulisan ini akan menganalisis makna din menggunakan teori semantik Izutsu. Alasan pemilihan Izutsu, menurut penulis, didasarkan pada metode tawaran semantiknya yang terbilang unik, samping itu Izutsu sendiri merupakan sarjana non-muslim sehingga diharapkan dapat memberi sudut pandang outsider dalam memandang masalah ini. Data primer dalam penelitian ini, diambil dari buku relasi Tuhan dan Manusia karya Izutsu. Buku ini menjadi rujukan utama dalam memahami pemikiran semantika Izutsu, termasuk mengenai makna semantik term Din dalam Al-Qur’an. Hasil penelitian ini ialah bahwa Izutsu beserta pemikiran semantiknya tentang din dalam Al-Qur’an pada bagian-bagian sebelumnya, dapat ditarik kesimpulan bahwa Izutsu dengan pendekatan semantiknya. Berusaha melacak perkembangan makna din melalui syair-syair jahiliyyah yang berakhir kepada Din dalam pemahaman Izutsu berakar kepada makna kebangkitan dan kepatuhan.
Copyrights © 2023