Kurikulum merdeka saat ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mempercepat proses transformasi pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik. Dalam implementasinya tentu perlu dipahami oleh guru sebagai pemeran utama pelaksana kurikulum. Artikel pengabdian ini memaparkan hasil pelaksanaan In House Training (IHT) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) di Komite Pembelajaran yang ada pada empat sekolah penggerak di Kabupaten Garut. Keempat sekolah penggerak ini merupakan satuan pendidikan pelaksana IKM pada Program Sekolah Penggerak angkatan pertama. Pelaksanaan melalui empat tahap yakni: 1) pemberian materi melalui pelatihan dan workshop, 2) pendampingan penyusunan perangkat ajar, 3) implementasi perangkat ajar yang telah disusun, dan 4) refleksi kegiatan. Refleksi kegiatan dilakukan dengan mengisi instrumen refleksi. Hasil refleksi menunjukkah bahwa sebagian besar guru mengalami kendala keterbatasan waktu dalam menyusun perangkat ajar. Tiga topik terbanyak yang dianggap paling menantang diantaranya terkait penyusunan visi misi dan program sekolah, penyusunan Kurikulum Operasional Sekolah, dan penyusunan modul ajar.
Copyrights © 2023