Presentase cacat blow holes yang terjadi pada produk wing nut sebesar 41.67%. Produk wing nut tersebut diproduksi dengan menggunakan pasir cetak green sand. Permeabilitas dari pasir cetak yang tidak optimum merupakan salah satu penyebab terjadinya blow holes. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi pasir cetak yang tepat, yang dapat mencapai nilai permeabilitas optimum untuk mengurangi cacat blow holes. Permeabilitas diperbaiki dengan menambahkan pasir baru dengan grain fineness number (GFN) yang lebih rendah. Komposisi awal pasir cetak green sand menggunakan 1 % pasir silika baru dengan GFN 69.75, sedangkan komposisi baru menggunakan 1.2 % pasir silika baru dengan GFN 46.85. Pengujian pasir cetak yang dilakukan meliputi pengujian moisture, compactibility, permeability, green compression strength (GCS), dry compression strength (DCS), wet tensile strength (WTS), active clay, clay content, grain fineness number (GFN), volitile combustible material (VCM), dan loss on ignations (LOI). Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan pasir silika baru dengan GFN yang lebih rendah dapat meningkatkan permeabilitas dan menurunkan moisture pasir cetak. Penurunan moisture mengurangi jumlah gas yang dihasilkan oleh cetakan dan peningkatan permeabilitas dapat mengalirkan gas ke luar sehingga tidak terjebak dalam rongga cetak. Hal ini dibuktikan dengan data produksi yang menunjukkan persentase cacat blow holes menurun hingga menjadi 2.37 %.
Copyrights © 2022