Masalah mental emosional pada remaja semakin meningkat dalam sepuluh tahun terakhir. Keluarga sebagai bagian yang terdekat bagi remaja memiliki peran penting dalam menentukan kesehatan mental remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fungsi keluarga dengan status mental remaja yang tinggal di daerah Pesisir Sungai Siak Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data dilakukan dengan metode survey. Sampel penelitian adalah remaja yang tinggal di wilayah aliran Sungai Siak, yaitu di Kelurahan Sri Meranti sebanyak218 orang yang direkrut menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Family Assessment Device (FAD) dan Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) usia 11-18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari separuh jumlah responden (54,1%) memiliki fungsi keluarga yang adaptif dan 52,3% responden memiliki status mental yang normal. Status mental normal lebih banyak pada responden laki-laki sedangkan status mental abnormal lebih banyak pada responden perempuan. Hasil analisa bivariat mendapatkan nilai p = 0,055 (> α 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi keluarga dengan status mental remaja, namun pada ranah status mental terdapat hubungan antara fungsi keluarga dengan status emosional, perilaku dan prososial.
Copyrights © 2024