ABSTRAKDesa Brangkal merupakan salah satu desa bagian dari Kecamatan Bandar Kedung Mulyo, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Bentang alam desa Brangkal berupa dataran rendah di tepi sungai Brantas. Mata pencaharian penduduk desa Brangkal sebagian besar di sektor pertanian dan perdagangan. Dari sektor pertanian ini, warga penduduk desa Brangkal banyak yang menanam padi, jagung, sayur-sayuran, maupun lainnya. Permasalahan yang terjadi, pada musim panen jagung masyarakat sekitar biasanya menggunakan daun jagung digunakan sebagai pakan sapi, dibakar maupun dibuang. Begitu juga dengan bonggol jagung yang dibuang saja, sehingga lama kelamaan akan menimbulkan jamur maupun bau busuk di lingkungan sekitar. Dari permasalahn di atas, pengabdi melalui program Pengabdian kepada Masyarakat memberikan pelatihan tentang Bonggol jagung dan kulit jagung yang dapat dijadikan bunga kering dan hiasan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kewirausahaan ibu-ibu rumah tangga untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif. Hasil dari kegiatan ini meliputi: 1) meningkatkan semangat kewirausahaan ibu-ibu rumah tangga dalam upaya mendukung kegiatan pengembangan masyarakat; 2) komunitas wirausaha memiliki kemampuan perencanaan bisnis; 3) meningkatkan kemampuan komunitas wirausaha dalam melakukan operasi bisnis. Metode yang digunakan adalah pelatihan, pendampingan dan evaluasi. Hasil yang diperoleh yaitu selama program pengabdian masyarakat sampai akhir kegiatan, para mitra mampu mengembangkan bisnis dengan baik dan memperoleh pendapatan sampingan. Serta menjadi lebih kreatif dan inovatif. Kata kunci: pemanfaatan; bonggol jagung; kelobot jagung; hiasan; bunga kering. ABSTRACTBrangkal Village is one of the villages part of Bandar Kedung Mulyo District, Jombang Regency, East Java Province. The landscape of Brangkal village is a lowland on the banks of the Brantas river. The livelihoods of Brangkal village residents are mostly in the agricultural and trade sectors. From this agricultural sector, many residents of Brangkal village grow rice, corn, vegetables and others. The problem that occurs is that during the corn harvest season, local people usually use corn leaves as cattle feed, burn them or throw them away. Likewise, if you just throw away corn cobs, over time it will cause mold and a bad smell in the surrounding environment. Based on the problems above, service providers through the Community Service program provide training on corn cobs and corn husks which can be used as dried flowers and decorations. This activity aims to develop entrepreneurship among housewives to support the development of the creative economy. The results of this activity include: 1) increasing the entrepreneurial spirit of housewives in an effort to support community development activities; 2) the entrepreneurial community has business planning capabilities; 3) increasing the ability of the entrepreneurial community to carry out business operations. The methods used are training, mentoring and evaluation. The results obtained were that during the community service program until the end of the activity, the partners were able to develop their business well and earn side income. And become more creative and innovative. Keywords: utilization; corn cobs; corn cobs; ornaments; dried flowers.
Copyrights © 2023