Penelitian ini dilatarbelakangi pemberitaan media nasional Jawa Pos dan Republika mengenai mundurnya Edy Rahmayadi sebagai ketua umum PSSI saat kongres tahunan PSSI yang dilaksanakan di Bali pada tanggal 20 Januari 2019. Hal tersebut mengundang berbagai surat kabar nasional untuk menuliskan pemberitaan mengenai PSSI sebagai headline. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pembingkaian (framing) yang dibuat oleh surat kabar Jawa Pos dan Republika dalam memberitakan PSSI pasca mundurnya Edy Rahmayadi. Menggunakan pendekatan kualitatif, metode yang digunakan adalah analisis framing model Zhongdan Pan dan Gerald M. Kosicki. Data penelitian ini bersumber dari pemberitaan yang diberitakan dua surat kabar nasional Jawa Pos dan Republika dalam memberitakan PSSI pasca mundurnya Edy Rahmayadi pada periode 21-25 Januari 2019. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Jawa Pos mempunyai tiga bingkai pemberitaan diantaranya: Edy Rahmayadi mundur karena tidak dihargai, masuknya hukum positif pada kasus match fixing, dan ketidakcerdasan pengurus PSSI. (2) Republika mempunyai dua bingkai pemberitaan diantaranya: desakan perombakan pengurus PSSI dan match fixingdan match setting masuk pada wilayah pidana.
Copyrights © 2020