Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis iklan yang masih tidak sesuai dengan etika periklanan yang berlaku karena iklan tersebut mengandung unsur diskriminatif terhadap suatu pihak, serta menampilkan beberapa adegan yang tidak layak untuk dikosumsi khalayak ramai. Tindakan diskriminatif tidak layak dilakukan dalam sebuah iklan, karena sama saja dengan menjatuhkan suatu pihak demi kepentingan pribadi. Penelitian ini melihat bagaimana iklan Grab Bike #PilihAman yang dianggap diskriminatif dan membentuk steretip baru terhadap ojek pangkalan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan paradigma kritis. Analisis ini dilakukan melalui tanda-tanda yang muncul dalam iklan tersebut seperti adanya unsur diskriminatif terhadap ojek pangkalan melalui voice over iklan tersebut cuplikan adegan-adegan yang tidak layak ditayangkan. Berdasarkan hasil analisis, Grab Indonesia membangun stereotip masyarakat terhadap ojek pangkalan bahwa ojek pangkalan itu tidak aman dan dapat mencelakai para pelanggannya.
Copyrights © 2021