Dengan kondisi persaingan yang semakin tinggi antar perusahaan, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan terutama di sektor industri, perusahaan dituntut untuk terus melakukan perbaikan terutama pada kualitas produksi, sehingga dapat bersaing di pasar lokal maupun internasional. Setiap perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur memerlukan bahan baku yang menunjang jalannya proses produksi perusahaan yang bersangkutan, sehingga pengendalian persediaan menjadi hal yang cukup penting. Oleh karena itu diperlukan penanganan yang baik pada persediaan bahan baku. Melalui analisis data biaya dan pola konsumsi sumber daya, manajemen dapat mulai merekayasa kembali proses manufakturing untuk mencapai pola keluaran mutu yang lebih efisien dan lebih tinggi. Berdasarkan hasil analisis ABC dapat diidentifikasi klasifikasi persediaan Aksesorise. Kelas A memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 47,61% dari total persediaan, yang terdiri dari 2 item (20%) persediaan. Kelas B memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 37,28% dari total persediaan, yang terdiri dari 3 item (30%) persediaan yaitu : Lampu Gantung, Sprei, Gorden. Kelas C memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 15,10% dari total persediaan, yang terdiri dari 5 item (50%) persediaan yaitu : Bunga Artifisial, Keset, Vas, Bingkai foto, Jam dinding.
Copyrights © 2021