Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI KEHILANGAN MINYAK PADA PROSES PENGOLAHAN CRUDE PALM OIL DENGAN METODE STATISTICAL PROCESS CONTROL Luthfi Parinduri; Abdurrozzaq Hasibuan; Armando Romadona
Prosiding Seminar Nasional Teknik UISU (SEMNASTEK) SEMNASTEK UISU 2021
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (557.427 KB)

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana perbandingan rata-rata kehilangan minyak terhadap kondisi normal perusahaan dan berapakah kehilangan minyak yang melebihi standar perusahaan selama  November 2020 sampai Januari 2021. Bagaimana batas kendali kehilangan minyak pada periode yang sama. Apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya oil losses sehingga rendemen dapat ditingkatkan.  Jenis penelitian ini adalah merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menjelaskan fenomena yang ada dengan menggunakan angka-angka untuk menggambarkan karakteristik individu atau kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Setelah dilakukan pengolahan data,  diketahui bahwa  selama  November 2020 sampai Januari 2021. Rata-rata kehilangan minyak dari tandan kosong sebesar 2,71% lebih tinggi dibandingkan dengan kndisi normal perusahaan yaitu sebesar 2,55% didapatkan selisih sebesar 0,15%.  Rata-rata kehilangan minyak dari press sebesar 4,04% lebih rendah di bandingkan dengan norma perusahaan dimana oil losses sebesar 4,45% dan dan di dapatkan selisih 0,41%. Rata-rata kehilangan minyak dari Faffit sebesar 0,42% dan normal perusahaan sebesar 0,50% dan memiliki selisih 0,07%.  Diagram sebeb akibat menunjukkan bahwa kehilangan minyak pada saat pengolahan CPO dapat disebabkan oleh  factor manusia,  mesin,  material maupun metode yang digunakan ataupun proses pengolahannya yang masih perlu diteliti lebih lanjut
PENENTUAN WAKTU STANDAR KERJA MEKANIK PERAWATAN BERKALA SEPEDA MOTOR HONDA CV. PON SERVIS SINGKIL Witri Gunarsih; Suliawati Suliawati; Luthfi Parinduri
Buletin Utama Teknik Vol 17, No 2 (2022): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran waktu kerja adalah salah satu alat yang dapat digunakan perusahaan untuk menghitung produktivitas kerja para pekerjanya. Semua gagasan dan kebijakan yang diambil untuk usaha meningkatkan produktivitas tanpa dikaitkan dengan penanaman modal atau kapital seperti halnya penerapan proses mekanisme/otomatisasi semua fasilitas produksi dengan tingkat teknologi yang lebih canggih. CV. Pon Servis merupakan bengkel Honda di Kabupaten Aceh Singkil yang dapat melayani servis motor Honda terkait servis ringan, ganti oli rutin, ganti ban dan velg, ganti subraker, rem/ cakram, lampu dan lainnya. Proses perawatan mengandalkan tenaga-tenaga teknisis dalam mengerjakan perawatan suatu kendaraan, meskipun demikian untuk mengerjakannya dibutuhkan juga alat-alat sebagai pendukung perawatan kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan waktu standar yang dibutuhkan setiap mekanik dalam menyelesaikan setiap pekerjaan pada perawatan berkala sepeda motor Honda Matic di 1000km. penelitian ini menggunakan metode deskriptif dan analisa, yaitu metode yang menggambarkan keadaan yang terjadi dilapangan dan data-data yang ada, kemudian diolah, dianalisa dan diproses lebih lanjut menggunakan Metode Stopwatch Time Study dengan dasar-dasar teori yang dipelajari dan dijadikan sebagai bahan penelitian dan pembahasan sehingga pada akhirnya menghasilkan suatu kesimpulan yang dapat digunakan sebagai dasar untuk memberikan saran yang terbaik. Hasil akhir penelitian, dapat disimpulkan bahwa waktu standar dari pekerja I yaitu 820,96 detik, pekerja II yaitu 1.013,7 detik, dan pekerja III yaitu 998,75 dan dalam perhitungan waktu standar yang dilakukan berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa waktu standar terpilih dalam sekali pengerjaan adalah pekerja I yaitu 820, 96 detik dalam pengerjaan satu unit sepeda motor.
PENILAIAN DAYA SAING INOVASI Luthfi Parinduri
Buletin Utama Teknik Vol 13, No 2 (2018): Edisi Januari
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerja reformasi pendidikan tinggi adalah dengan cara-cara inovatif untuk menghasilkan beragam inovasi yang berdaya saing dari pendidikan tinggi, pada gilirannya akan menjadikan bangsa yang mandiri. Hingga saat ini Kerja Inovatif, dan Kompetitif  belum merupakan budaya bangsa, terkesan seolah olah bangsa ini kehilangan semangat. Semangat itu perlu digairahkan kembali melalui seruan, pengingatan dan tentunya motivasi dan keteladanan. Untuk membangun karakter bangsa yang mandiri, seluruh bangsa perlu memunculkan budaya inovasi yang dapat bersaing di kancah internasional. Inovasi pada dasarnya merupakan sebuah elemen di balik kemajuan sebuah negara. Inovasi yang berkelanjutan akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya akan menjadi kata kunci memperkuat daya saing suatu negara dalam percaturan  internasional. Agar inovasi yang dilakukan terarah, maka perlu diketahui faktor-faktor yang dapat mendukung dan menghambat terjadinya inovasi. juga peran perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikuasai suatu bangsa, indikator kemampuan atau daya saing bangsa terletak pada faktor pendidikan tinggi dan inovasi. Sehingga peran perguruan tinggi dalam membudayakan inovasi dan meningkatkan daya saing bangsa menjadi sangat penting. Adapun faktor ataupun indikator lainnya merupakan porsi dan tanggung jawab pemerintah maupun dunia usaha. Salah satu strategi dalam bingkai competitiveness untuk mencapai kualitas pendidikan tinggi yang diakui dalam berbagai kalangan secara global adalah kerja sama.
ANALISA PERSEDIAAN PRODUK FURNITURE DAN AKSESORISE DENGAN MENGGUNAKAN METODE ABC DI PT. HOME CENTER Wirda Novarika; Luthfi Parinduri; Dhiva Darvito
Buletin Utama Teknik Vol 16, No 3 (2021): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan kondisi persaingan yang semakin tinggi antar perusahaan, dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sangat berpengaruh pada perkembangan perusahaan terutama di sektor industri, perusahaan dituntut untuk terus melakukan perbaikan terutama pada kualitas produksi, sehingga dapat bersaing di pasar lokal maupun internasional. Setiap perusahaan yang bergerak di bidang industri manufaktur memerlukan bahan baku yang menunjang jalannya proses produksi perusahaan yang bersangkutan, sehingga pengendalian persediaan menjadi hal yang cukup penting. Oleh karena itu diperlukan penanganan yang baik pada persediaan bahan baku. Melalui analisis data biaya dan pola konsumsi sumber daya, manajemen dapat mulai merekayasa kembali proses manufakturing untuk mencapai pola keluaran mutu yang lebih efisien dan lebih tinggi. Berdasarkan hasil analisis ABC dapat diidentifikasi klasifikasi persediaan Aksesorise. Kelas A memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 47,61% dari total persediaan, yang terdiri dari 2 item (20%) persediaan. Kelas B memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 37,28% dari total persediaan, yang terdiri dari 3 item (30%) persediaan yaitu : Lampu Gantung, Sprei, Gorden. Kelas C memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 15,10% dari total persediaan, yang terdiri dari 5 item (50%) persediaan yaitu : Bunga Artifisial, Keset, Vas, Bingkai foto, Jam dinding.