Prosiding Seminar Nasional Biologi
Vol. 9 (2021)

STUDI IN SILICO INTERAKSI GEN REG1B DENGAN GROWTH HORMON (GH), INSULINE LIKE GROWTH FACTOR (IGF) DAN TIROID SEBAGAI PREDIKTOR KEJADIAN STUNTING

A Yuniastuti (Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
R Susanti (Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
M Dewi (Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
K Friska (Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
S Cindy (Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
M Anik (Unknown)
K Rizka (Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
M Siti (Jurusan Biologi FMIPA, Universitas Negeri Semarang)
A S Ratih (Relawan Nutrimas, Dinas Kesehatan Kota Semarang)
A Rihadatul (Relawan Nutrimas, Dinas Kesehatan Kota Semarang)
N A Afifah (Relawan Nutrimas, Dinas Kesehatan Kota Semarang)



Article Info

Publish Date
04 Dec 2021

Abstract

Saat ini penelitian bidang gizi dan kesehatan sudah mulai bergeser dari epidemiologi dan fisiologi ke biologi molekuler dan genetik. Stunting masih tetap menjadi masalah kesehatan global. Informasi mekanisme molekuler terjadinya stunting sangat penting diketahui untuk desain intervensi di masa yang akan datang. Gen REG1 merupakan penanda adanya cedera pada usus dan dapat digunakan untk memprediksi kegagalan pertumbuhan anak-anak di masa depan, namun mekanisme patogenesinya belum banyak diketahui. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan gen REG1 dengan Growth Hormon (GH), Insuline Like Growht Factor (IGF) dan Tiroid sebagai prediktor kejadian stunting. Interaksi Gen REG1B dengan GH, IGF dan tiroid menggunakan BIOVIA Discovery Studio 2020. Identifikasi lebih lanjut dari tiga dimensi struktur dan pengurutan struktur gen REG1B menggunakan Chimera 1.14 dan Notepad++. Untuk memastikan afinitas dan interaksi molekuler antara REG1Bterhadap GH, IGF dan Tirpid. Simulasi docking protein-protein menggunakan PatchDock telah selesai. Hasil simulasi diverifikasi menggunakan BIOVIA Discovery Studio 2020. Berdasarkan hasil identifikasi struktur gen REG1B, ditemukan bahwa REG1B tidak memiliki interaksi dengan GH, IGF dan tiroid. Oleh karena itu, gen REG1B tidak dapat digunakan sebagai biomarker untuk prediktor kejadian stunting. Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengembangan kandidat untuk mencegah kejadian stunting.

Copyrights © 2021






Journal Info

Abbrev

semnasbiologi

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Prosiding Seminar Nasional Biologi, terbitan ini berisi artikel bidang ilmu Biologi diterbitkan secara berkala 12 ...