Pertambahan penduduk yang semakin meningkat menjadi suatu hal yang patut untuk menjadi perhatian, khususnya peningkatan jumlah penduduk di Indonesia. Kependudukan di Indonesia saat ini menjadi perhatian karena tingginya laju pertambahan penduduk dari tahun 2010 hingga tahun 2020 yaitu 1,25% atau sebanyak 32,56 juta jiwa. Secara kependudukan, KB bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Jumlah akseptor KB untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) cara Modern pada tahun 2012 tercatat sebanyak 9.9% dan pada tahun 2017 tercatat 15.8%, jumlah ini menunjukkan perbandingkan yang sangat signifikan dengan metode kontrasepsi lainnya. Penelitian ini bertujuan diketahuinya faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi MKJP di PMB Desy Fitriyani Palembang. Penelitian dilakukan pada tanggal 1-12 Juni 2021. Desain penelitian adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Wanita pasangan usia subur yang ada di PMB Desy Fitriyani di Palembang tahun 2020. Sampel penelitian berjumlah 93 responden. Analisis dilakukan dengan cara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden tidak menggunakan MKJP (Non MKJP) (77,4%), memiliki anak >2 orang (59,1%), Tingkat pendidikan tinggi (57%), Umur ibu ?30 tahun (88,2%), dan dukungan suami (83,9%). Berdasarkan uji Bivariat didapatkan hubungan yang signifikan paritas (p=0.021), tingkat pendidikan (p=0.011), umur ibu (p=0.003) dan dukungan suami (p=0.037) dengan penggunaan MKJP di PMB Desy Fitriyani Palembang. Simpulan penelitian adalah ada hubungan antara paritas, tingkat pendidikan, umur ibu dan dukungan suami dengan penggunaan MKJP. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya Bidan untuk selalu memotivasi para wanita pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, guna tercapaikan kesehatan reproduksi wanita secara maksimal.
Copyrights © 2022