Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN (HB) DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEBIDANAN YANG TINGGAL DI ASRAMA PENDIDIKAN STIK BINA HUSADA PALEMBANG Sartika, Tri
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Vol 2 No 2 (2019): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.106 KB) | DOI: 10.32524/jksp.v2i2.577

Abstract

Anemia in adolescents can cause physical growth retardation, behavioral and emotional disorders. This can affect the growth process and development of brain cells so that it can cause decreasing on imun system, weak easily and hunger, learning concentration disturbed, decreased learning achievement and can lead to low work productivity. According to data from Riskesdas in 2013, the prevalence of anemia in female teenagers aged 10-18 years was 57.1% and aged 19 - 45 years was 39.5%. Women have the highest risk to get anemia, especially in female teenagers. This study aims to determine the relationship between hemoglobin level (Hb) and learning achievement of midwifery students who live at Educational Dormitory of STIK Bina Husada Palembang in 2017. This study was quantitative with cross sectional approach. The study sample amounted to 84 respondents. The study instrument was Set of Hb Sahli and Checklist. Data analysis was univariate and bivariate with chi-square method. The study was conducted on 12 ? 23 June 2017. The study results showed there was significant relationship of hemoglobin levels variable with the learning achievement of Midwifery Students who lived at Educational Dormitory of STIK Bina Husada Palembang in 2017, with p value = 0.005 (? ? 0.05). The value of OR = 9,000 meant that respondents with Un-normal Hb had a chance 9 times to have Less learning achievement, compared with respondents with Normal Hb levels. It is expected that female teenagers will always maintain the reproductive health and actively seek information about reproductive health to detect early if abnormal (pathological) conditions are found.Keywords: Hemoglobin Level, Learning Achievement
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KECEMASAN MENGGUNAKAN KONTRASEPSI METODE OPERASI PRIA Elyana, Wina; Suryani, Lilis; Sartika, Tri; Murni, Nani Sari
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.791

Abstract

Latar Belakang: Pertambahan penduduk yang semakin meningkat menjadi suatu hal yang patut untuk menjadi perhatian, khususnya peningkatan jumlah penduduk di Indonesia. Secara kependudukan, KB bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Data partisipasi pria dalam ber-KB menunjukkan masih rendah untuk menjadi akseptor kontrasepsi Metode Operasi Pria (MOP). Cakupan peserta KB Aktif di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tahun 2019 sebesar 181% namun tidak ada yang memilih menggunakan MOP. Tujuan: Diketahuinya faktor yang berhubungan dengan kecemasan menggunakan kontrasepsi MOP di wilayah kerja Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten PALI tahun 2021. Metode: Penelitian dilakukan pada tanggal 14-21 Juli 2021. Desain penelitian adalah kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pria pasangan usia subur yang ada di wilayah kerja DPPKBPPPA Kabupaten PALI tahun 2020 sejumlah 41.208 PUS.  Sampel penelitian berjumlah 91 responden dengan teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling. Data dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil: Ada hubungan antara jumlah anak (p=0,001), dan jenis pekerjaan (p=0,001) dengan kecemasan menggunakan kontrasepsi MOP. Tidak ada hubungan ketersediaan informasi dengan kecemasan menggunakan kontrasepsi MOP (p=0,222). Saran: Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan desain penelitian yang berbeda untuk menggali informasi terkait variabel yang menjadi faktor penghambat dalam memilih kontrasepsi MOP serta perlunya peningkatan promosi kesehatan tentang kontrasepsi MOP kepada masyarakat di wilayah kerja DPPKBPPPA Kabupaten PALI agar terjadi peningkatan akseptor KB MOP. Kata Kunci: Kecemasan, Kontrasepsi, Metode Operasi Pria
ANALISIS PELAKSANAAN SKRINING KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR Tri Sartika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 1: Februari 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i1.311

Abstract

Latar belakang: Data Globocan menyebutkan di tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru dengan angka kematian sebesar 9,6 juta kematian, dimana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di dunia mengalami kejadian kanker. Data tersebut juga menyatakan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan, meninggal karena kanker.revalensi penderita penyakit kanker serviks di provinsi Sumatera Selatan  sebanyak 0.4% atau 1.544 perempuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Analisis pelaksanaan  skrining  kanker serviks pada wanita usia subur. Metode: Penelitian ini berbentuk kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur yang melakuan skrining kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) test. Sampel penelitian berjumlah 230 responden. Instrumen penelitian berupa Form B berupa Catatan medis deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim. Analisa data secara univariat. Penelitian dilakukan pada tanggal 03-12 Desember 2018. Hasil:  Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi umur wanita usia subur yang melakukan skrining kanker serviks di dominasi umur <20 tahun dan >35 tahun (64.8%),  tidak bekerja (88.3%), pendidikan tinggi (≥SMA) (52.6%), faktor risiko yang mendominasi sebagai berikut ; Terpapar asap rokok > 1 jam sehari (55%), Sering konsumsi buah dan sayur (5 porsi / hari) (70%), Sering konsumsi makanan berlemak (73%), Sering konsumsi makanan berpengawet (51%), pernah menyusui dan pernah melahirkan (90%). Saran: Diharapkan kepada tenaga kesehatan untuk selalu aktif melakukan tindakan preventif guna deteksi dini keganasan terhadap  wanita usia subur salah satunya dengan metode sederhana IVA test. Kata Kunci : IVA Test, Umur, Pekerjaan, Faktor Risiko
ANALISIS ANTENATAL CARE (ANC) PADA IBU HAMIL Febriati Zuchro; Chairil Zaman; Dewi Suryanti; Tri Sartika; Puji Astuti
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 7, No 1: Februari 2022 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v7i1.777

Abstract

Latar Belakang: Pemeriksaan antenatal (Antenatal Care/ANC) merupakan usaha yang dilakukan untuk mencegah penyebab morbiditas dan mortalitas pada ibu hamil dan anak. Tujuan ANC adalah untuk menyiapkan sebaik-baiknya fisik dan mental serta menyelamatkan ibu dan anak dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas, sehingga saat postpartum keadaan ibu dan anak sehat serta normal secara fisik dan mental. Berdasarkan kenyataan di lapangan Puskesmas Bandar Jaya Cakupan KI 87,6% dan Cakupan K4 86,1% dengan demikian persentase tersebut masih dibawah target Kabupaten Lahat yakni 95%. Tujuan: Untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi pemeriksaan antenatal pada ibu hamil. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di Puskesmas Bandar Jaya Lahat tahun 2021 sejumlah 164 orang. Rancangan penelitian ini adalah cross sectional dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling berjumlah 62 responden. Penelitian ini telah dilaksanakan Bulan Juni-Juli 2021. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square dan uji regresi logistik berganda. Hasil: Ada hubungan antara pendidikan (p=0,000; OR 2,625), paritas (p=0,002; OR 0,153), usia ibu (p=0,003; OR 0,119) dan pengetahuan (p=0,000; OR 13,2) dengan kunjungan antenatal care di Puskesmas Bandar Jaya Kabupaten Lahat tahun 2021. Hasil uji regresi logistik berganda variabel yang paling dominan adalah pengetahuan (p=0,001; OR 16,906). Saran: Disarankan Puskesmas untuk meningkatkan promosi kesehatan agar kegiatan antenatal care pada pelayanan kesehatan ibu dan anak berjalan maksimal. Kata Kunci: Pendidikan, Paritas, Usia Ibu, Pengetahuan, Antenatal Care
ANALISIS PELAKSANAAN SKRINING KANKER SERVIKS PADA WANITA USIA SUBUR Tri Sartika
Jurnal 'Aisyiyah Medika Vol 5, No 1: Februari 2020 Jurnal 'Aisyiyah Medika
Publisher : stikes 'aisyiyah palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/jam.v5i1.675

Abstract

Latar belakang: Data Globocan menyebutkan di tahun 2018 terdapat 18,1 juta kasus baru denganangka kematian sebesar 9,6 juta kematian, dimana 1 dari 5 laki-laki dan 1 dari 6 perempuan di duniamengalami kejadian kanker. Data tersebut juga menyatakan 1 dari 8 laki-laki dan 1 dari 11 perempuan,meninggal karena kanker.revalensi penderita penyakit kanker serviks di provinsi Sumatera Selatansebanyak 0.4% atau 1.544 perempuan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk Analisis pelaksanaanskrining kanker serviks pada wanita usia subur. Metode: Penelitian ini berbentuk kuantitatif denganpendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh wanita usia subur yang melakuanskrining kanker serviks dengan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) test. Sampel penelitianberjumlah 230 responden. Instrumen penelitian berupa Form B berupa Catatan medis deteksi dinikanker payudara dan kanker leher rahim. Analisa data secara univariat. Penelitian dilakukan padatanggal 03-12 Desember 2018. Hasil: Hasil penelitian diketahui distribusi frekuensi umur wanita usiasubur yang melakukan skrining kanker serviks di dominasi umur <20 tahun dan >35 tahun (64.8%),tidak bekerja (88.3%), pendidikan tinggi (≥SMA) (52.6%), faktor risiko yang mendominasi sebagaiberikut ; Terpapar asap rokok > 1 jam sehari (55%), Sering konsumsi buah dan sayur (5 porsi / hari)(70%), Sering konsumsi makanan berlemak (73%), Sering konsumsi makanan berpengawet (51%),pernah menyusui dan pernah melahirkan (90%). Saran: Diharapkan kepada tenaga kesehatan untukselalu aktif melakukan tindakan preventif guna deteksi dini keganasan terhadap wanita usia subursalah satunya dengan metode sederhana IVA test.Kata Kunci : IVA Test, Umur, Pekerjaan, Faktor Risiko
HUBUNGAN ANTARA KADAR HEMOGLOBIN (HB) DENGAN PRESTASI BELAJAR MAHASISWA KEBIDANAN YANG TINGGAL DI ASRAMA PENDIDIKAN STIK BINA HUSADA PALEMBANG Tri Sartika
Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP) Vol. 2 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Musi Charitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32524/jksp.v2i2.214

Abstract

Anemia in adolescents can cause physical growth retardation, behavioral and emotionaldisorders. This can affect the growth process and development of brain cells so that it can causedecreasing on imun system, weak easily and hunger, learning concentration disturbed, decreasedlearning achievement and can lead to low work productivity. According to data from Riskesdas in 2013,the prevalence of anemia in female teenagers aged 10-18 years was 57.1% and aged 19 - 45 years was39.5%. Women have the highest risk to get anemia, especially in female teenagers. This study aims todetermine the relationship between hemoglobin level (Hb) and learning achievement of midwiferystudents who live at Educational Dormitory of STIK Bina Husada Palembang in 2017. This study wasquantitative with cross sectional approach. The study sample amounted to 84 respondents. The studyinstrument was Set of Hb Sahli and Checklist. Data analysis was univariate and bivariate with chi-squaremethod. The study was conducted on 12 – 23 June 2017. The study results showed there was significantrelationship of hemoglobin levels variable with the learning achievement of Midwifery Students who livedat Educational Dormitory of STIK Bina Husada Palembang in 2017, with p value = 0.005 (? ? 0.05).The value of OR = 9,000 meant that respondents with Un-normal Hb had a chance 9 times to have Lesslearning achievement, compared with respondents with Normal Hb levels. It is expected that femaleteenagers will always maintain the reproductive health and actively seek information about reproductivehealth to detect early if abnormal (pathological) conditions are found
Effect of red bean consumption on hemoglobin levels in female adolescents with anemia Tri Sartika; Helen Evelina Siringo Ringo
Science Midwifery Vol 11 No 2 (2023): June: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v11i2.1266

Abstract

Anemia occurs due to the condition of micronutrient iron (Fe) deficiency which is not only a problem for Indonesia but also experienced by many countries in Asia. The incidence of anemia in Indonesia is still quite high. Based on the 2018 Riskesdas data, the prevalence of anemia in adolescents is 32%, meaning that 3-4 out of 10 adolescents suffer from anemia. This is influenced by nutritional intake habits that are not optimal and lack of physical activity. Red beans have a content that can overcome anemia, namely iron (Fe). The iron content in red beans can help control the amount of hemoglobin in the blood. This study aims to determine the effect of red beans on hemoglobin levels in female adolescents with anemia. Experimental research design with a control group. The sample in this study were female students with Hb levels < 12 gr/dl totaling 56 people consisting of 28 experimental groups and 28 control groups. The results of the study obtained a p value of 0.004 which indicates the effect of red beans on hemoglobin levels in female adolescents. Consumption of red beans which are rich in iron can meet the needs of iron in the body which functions to form hemoglobin and prevent anemia. Suggestion: it is hoped that female adolescents can prevent anemia by consuming red beans.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (MKJP) DI PMB DESY FITRIYANI PALEMBANG Tri Sartika
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 01 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan penduduk yang semakin meningkat menjadi suatu hal yang patut untuk menjadi perhatian, khususnya peningkatan jumlah penduduk di Indonesia. Kependudukan di Indonesia saat ini menjadi perhatian karena tingginya laju pertambahan penduduk dari tahun 2010 hingga tahun 2020 yaitu 1,25% atau sebanyak 32,56 juta jiwa. Secara kependudukan, KB bertujuan untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Jumlah akseptor KB untuk Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) cara Modern pada tahun 2012 tercatat sebanyak 9.9% dan pada tahun 2017 tercatat 15.8%, jumlah ini menunjukkan perbandingkan yang sangat signifikan dengan metode kontrasepsi lainnya. Penelitian ini bertujuan diketahuinya faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi MKJP di PMB Desy Fitriyani Palembang. Penelitian dilakukan pada tanggal 1-12 Juni 2021. Desain penelitian adalah kuantitatif, dengan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Wanita pasangan usia subur yang ada di PMB Desy Fitriyani di Palembang tahun 2020. Sampel penelitian berjumlah 93 responden. Analisis dilakukan dengan cara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar responden tidak menggunakan MKJP (Non MKJP) (77,4%), memiliki anak >2 orang (59,1%), Tingkat pendidikan tinggi (57%), Umur ibu ?30 tahun (88,2%), dan dukungan suami (83,9%). Berdasarkan uji Bivariat didapatkan hubungan yang signifikan paritas (p=0.021), tingkat pendidikan (p=0.011), umur ibu (p=0.003) dan dukungan suami (p=0.037) dengan penggunaan MKJP di PMB Desy Fitriyani Palembang. Simpulan penelitian adalah ada hubungan antara paritas, tingkat pendidikan, umur ibu dan dukungan suami dengan penggunaan MKJP. Diharapkan kepada tenaga kesehatan khususnya Bidan untuk selalu memotivasi para wanita pasangan usia subur dalam menggunakan alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan, guna tercapaikan kesehatan reproduksi wanita secara maksimal.
Effectiveness of Ginger Aromatherapy and Warm Compresses on Menstrual Pain in Adolescents Tri Sartika
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 2 No. 3 (2024): Juli : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v2i3.3130

Abstract

Menstruation or menstruation is a sign that the reproductive system and organs in women are functioning. Menstruation causes various complaints such as discomfort caused by excessive bleeding during menstruation and complaints of pain known as dysmenorrhoea. Around 55 percent of women of childbearing age in Indonesia suffer from menstrual pain. Non-pharmacological therapies that can treat dysmenorrhoea are warm compresses and ginger aromatherapy. The aim of the research was to determine the effectiveness of ginger aromatherapy and warm compresses on menstrual pain in adolescents. The research design uses a quasi-experimental with control group design. The intervention group was given ginger aromatherapy and warm compresses on the first day of menstruation, while the control group was not given any intervention. Data analysis used the Mann Whitney test. The population in this study were all class IX female students at Sriwijaya Middle School, Palembang. The sampling technique used purposive sampling totaling 30 respondents. The menstrual pain scale uses the Numeric Ratting Scale (NRS). The results of the Mann Whitney test obtained a p value of 0.001, meaning that there was a difference in the pain scale in the intervention group that was given ginger aromatherapy and warm compresses for menstrual pain in teenagers compared to the control group that was not given the intervention. It is recommended that health workers intensify education regarding complementary therapies in reducing menstrual pain in adolescents.
Literature Study : Complementary Therapy in Overcoming Dysmenorrhea Tri Sartika; Lina Contesa; Deby Meitia Sandi
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v3i1.3457

Abstract

Around 50-90% of women in the world experience dysmenorrhea. The prevalence of dysmenorrhea in Indonesia is reported to reach 64.25%, where 54.89%. Complementary therapy is an alternative to overcome dysmenorrhea because it is considered more natural and has minimal side effects. This study aims to review research articles related to complementary therapies that can be used to overcome dysmenorrhea. literature search through academic databases such as Google Scholar, PubMed and ScienceDirect. Literature selection is carried out based on inclusion criteria (scientific articles in the last 5 years, English/Indonesian, relevant topics) and exclusion (irrelevant articles, no abstract/full-text). Interventions such as physical therapy (yoga and stretching), compress therapy, aromatherapy, acupressure, reflexology, and consumption of natural ingredients provide safe and natural solutions to reduce pain intensity. The selection of the appropriate method can be adjusted according to individual preferences, accessibility, and the severity of the pain experienced.