Limbah dari pembuatan tahu dapat dimanfaatkan sebagai kompor biogas karena memiliki kandungan senyawa-senyawa organik yang berpotensi menghasilkan biogas dan gas metana. Pengolahan limbah ini dapat digunakan sebagai salah satu solusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan karena pengusaha tidak perlu menggunakan kayu bakar, sehingga dapat membantu melestarikan lingkungan. Solusi pengolahan limbah pembuatan tahu ini juga cukup ekonomis karena tidak memerlukan biaya operasional yang tinggi dan dapat dilakukan dalam skala kecil industri rumah tangga. Tujuan dari penelitian studi kasus ini adalah untuk mengetahui volume biogas dan gas metana yang dihasilkan melalui beberapa variabel sampel yang meliputi pengadukan, volume starter dan lama waktu fermentasi yang didasarkan pada sifat limbah dengan mempertimbangkan beberapa parameter berupa biological oxygen demand (BOD), chemical oxygen demand (COD), pH dan total suspended solid (TSS). Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian studi kasus yang dilakukan, dapat diketahui bahwa biogas dan gas metana yang diperoleh dipengaruhi oleh pengadukan dan volume starter dengan produksi terbanyak didapatkan pada volume starter 25% dengan volume biogas sebesar 3200 ml dan gas metana sebesar 310 ml.
Copyrights © 2021