Kelor (Moringa oleifera Lam.) dikenal sebagai salah satu tanaman sayuran asli indonesia yang banyak manfaat. Tanaman kelor dapat dimanfaatkan secara keseluruhan dari bagian akar, daun, buah, bunga dan bijinya. Tanaman ini mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan fenol. Beberapa senyawa metabolit sekunder tersebut berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan memiliki kemampuan dapat menetralisir radikal bebas. Akar dan kulit batang kelor (Moringa oleifera Lam.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol akar dan kulit batang kelor (Moringa Oleifera Lam.) menggunakan metode DPPH menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis pada λ max 517 nm. Nilai IC50 etanol ditentukan dengan menggunakan persamaan regresi linier dari kurva hubungan konsentrasi sampel terhadap persen inhibisi dengan persamaan Y= ax + b. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol akar kelor (Moringa Oleifera Lam.) dengan nilai IC50 2,743 ppm sedangkan untuk ekstrak etanol kulit batang kelor (Moringa Oleifera Lam.) dengan nilai IC50 2,830 ppm. Dan standart vitamin C dengan nilai IC50 0,585 ppm. Analisis data antioksidan dilakukan dengan metode One Way Anova. Hasil data yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari masing-masing perlakuan dengan nilai signifikasi (p=0,05).
Copyrights © 2023