Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH POLA MAKAN TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID PLASMA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DIABETES MELLITUS DI USIA REMAJA Novi Ayuwardani; Susilowati
Jurnal Keperawatan Vol. 11 No. 2 (2018): Jurnal Keperawatan, Volume XI, Nomor 2, Juli 2018
Publisher : LPPM Akper Dian Husada Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.326 KB)

Abstract

Latar Belakang : Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronik progresif yang ditandai dengan hiperglikemia. Pentingnya pencegahan diabetes mellitus di usia remaja yang dapat dilakukan adalah konsumsi makan makanan yang sehat. Pola makan yang tidak sehat menyebabkan ketidakseimbangan antioksidan sehingga dapat meningkatkan kadar malondialdehid plasma sebagai biomarker adanya proses oksidasi dalam tubuh akibat radikal bebas. Metode : Penelitian ini bersifat kuantitatif menggunakan desain penelitian cross sectional.Populasi dalam penelitian ini adalah siswa dan siswi sekolah menengah atas (SMA) Negeri Kota Madiun. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria inklusi siswa dan siswi SMA Negeri 3 Kota Madiun yang berusia 15 – 18 tahun dan bersedia untuk dijadikan sebagai sampel penelitian untuk diambil sampel darah dan diwawancarai, sedangkan kriteria eksklusi adalah siswa dan siswi yang memiliki diabetes mellitus tipe 1 maupun tipe 2, sedang dalam pengobatan oral hipoglikemik dan kortikosteroid. Sampel diminta untuk mengisi kuesioner pada lembar food frequency questioner (FFQ)untuk menilai frekuensi konsumsi makan per hari atau status pola makan. Hasil : Penelitian ini dianalisis menggunakan uji T-Test untuk melihat hubungan pola makan dengan kadar MDA, kemudian diperoleh nilai p=0,813 (p>0,05) yang berarti tidak ada hubungan antara status pola makan dengan kadar MDA. Kesimpulan : Tidak adanya hubungan pola makan dengan kadar malondialdehid plasma dapat dikarenakan status pola makan dalam penelitian ini didapat dari total semua jenis bahan makanan dalam FFQ. Namun terdapat hubungan antara status kolesterol dengan status pola makan (p=0,019), serta adanya hubungan antara status kolesterol dengan kadar MDA (p=0,011)
Uji Antioksidan Ekstrak Etanol Akar Dan Kulit Batang Kelor (Moringa oleifera Lam.) Dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) Rilijian Ayu Nugrahani; Novi Ayuwardani
Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 12, No 1 (2023): Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/pjif.v12i1.3876

Abstract

Kelor (Moringa oleifera Lam.) dikenal sebagai salah satu tanaman sayuran asli indonesia yang banyak manfaat. Tanaman kelor dapat dimanfaatkan secara keseluruhan dari bagian akar, daun, buah, bunga dan bijinya. Tanaman ini mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid, tanin, dan fenol. Beberapa senyawa metabolit sekunder tersebut berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan memiliki kemampuan dapat menetralisir radikal bebas. Akar dan kulit batang kelor  (Moringa oleifera Lam.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Aktivitas antioksidan ekstrak etanol akar dan kulit batang kelor (Moringa Oleifera Lam.) menggunakan metode DPPH menggunakan alat spektrofotometri UV-Vis pada λ max 517 nm. Nilai IC50 etanol ditentukan dengan menggunakan persamaan regresi linier dari kurva hubungan konsentrasi sampel terhadap persen inhibisi dengan persamaan Y= ax + b. Hasil uji aktivitas antioksidan ekstrak etanol akar kelor (Moringa Oleifera Lam.) dengan nilai IC50 2,743 ppm sedangkan untuk ekstrak etanol kulit batang kelor (Moringa Oleifera Lam.)  dengan nilai IC50 2,830 ppm. Dan standart vitamin C dengan nilai IC50 0,585 ppm. Analisis data antioksidan dilakukan dengan metode One Way Anova. Hasil data yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dari masing-masing perlakuan dengan nilai signifikasi (p=0,05).