Era pandemic Covid19 Abstrak mengubah banyak perilaku masyarakat untuk lebih sadar dan disiplin terhadap kesehatan dan kebersihan dan kesadaran masyarakat untuk mencuci tangan. Hingga saat ini inovasi dalam pembuatan sabun cuci tangan terus dilakukan salah satunya dengan menggunakan sediaan sabun kertas sekali pakai yang akan larut saat terkena air dan akan mengeluarkan busa saat di gosokkan. Penambahan bahan alam berkhasiat sebagai antibakteri di tambahkan pada formulasi ini yaitu minyak atsiri dari ampas jeruk kalamansi (Citrusfortunela microcarpa) dan esktak teh hijau (Camellia sinensis L). Menurut penelitian sebelumnya dari hasil pengujian antibakteri dari kombinasi minyak atsiri jeruk kalamansi (Citrusfortunela microcarpa) dan teh hijau (Camellia sinensis L) pada konsentrasi 1,5% memberikan antibakteri efek antibakteri pada bakteri uji Staphylococcus aureus dengan diameter hambat sebesar 17,3mm. Antioksidan dan tanin acid pada teh hijau diharapkan selain memberikan efek antibakteri juga memberikan efek segar pada saat sediaan di aplikasikan pada kulit. Pada penelitian ini formulasi sediaan terlebih dahulu dibuat dalam bentuk sabun cair, setelah sediaan terbentuk dilakukan pencetakan sabun kertas lalu dilakukan pengujian efektifitas sediaan sabun cuci tangan kertas. Hasil menunjukkan bahwa pada pengujian bakteri uji S. aureus dan E. coli konsentrasi tertinggi formula 3 dengan perbandingan minyak atsiri dan esktrak teh hijau 1:1 konsetrasi 1,5% dengan diameter hambat 17,5mm dan 14,6mm. sedangkan pada pengujian antibakteri sabun kertas dapat formula 3 mengalami penurunan konsentrasi yakni berturut-turut 13,6 mm dan 9,8mm.
Copyrights © 2022