Penatalaksanaan kemoterapi masih menjadi pilihan utama bagi penderita kanker, namun terapi ini memiliki efek samping yang tidak dapat dihindari yaitu mual dan muntah. Selain terapi farmakologi, terapi komplementer berupa pemberian aromaterapi diketahui efektif dalam menurunkan mual dan muntah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap penurunan mual dan muntah pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Kanker Dharmais. Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan metode Pre and Post Test Without Control. Sampel pada penelitian ini ialah pasien kanker yang menjalani kemoterapi sebanyak 17 orang. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berusia 41-60 tahun sebanyak 11 orang (64,7%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 9 orang (52,9%), menderita kanker Stadium III sebanyak 12 orang (70,6%), sebelum diberikan aromaterapi mengalami mual muntah derajat sedang sebanyak 17 orang (100%), setelah diberikan aromaterapi mengalami mual muntah derajat ringan sebanyak 11 orang (64,7%), dan 6 orang (35,3%) mengalami mual muntah derajat sedang. Selain itu, berdasarkan uji Wilcoxon menunjukan hasil terdapat pengaruh pemberian aromatherapi terhadap penurunan mual dan muntah pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi, dengan p value sebesar 0,000 (<0,05). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi dalam pemberian terapi tambahan (aromaterapi) dalam membantu mengurangi efek mual dan muntah akibat kemoterapi.
Copyrights © 2023