Jurnal Kesehatan Tambusai
Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023

HUBUNGAN KETIDAKTEPATAN KODE DIAGNOSA PASIEN RAWAT INAP DENGAN PENDING KLAIM INA-CBG’s DI RSUD SULTAN SULAIMAN SERDANG BEDAGAI

Mei Sryendang Sitorus (Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan , Universitas Imelda Medan)
Esraida Simanjuntak (Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan , Universitas Imelda Medan)
Erlindai Erlindai (Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan , Universitas Imelda Medan)
Theresia Hutasoit (Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan , Universitas Imelda Medan)
Putri Metha Amelya Lumbantoruan (Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan , Universitas Imelda Medan)



Article Info

Publish Date
22 Dec 2023

Abstract

Kode diagnosis berperan penting sebagai dasar penetapan biaya pelayanan kesehatan dan pengambilan kebijakan sehingga harus dijamin kualitasnya. Ketidaktepatan kode berdampak pada kualitas kode yang berpengaruh dalam keakuratan dan kekonsistenan kode diagnosaSurvei awal yang dilakukan di RSUD Sultan Sulaiman menunjukkan ketidaklengkapan hasil pemeriksaan tes diagnostik, ketidaklengkapan dan ketidaktepatan pengisian rekam medis, dan ketidaksesuaian omit code yang menyebabkan pending klaim INA-CBG’s. Populasi penelitian ini 156 berkas klaim pasien peserta BPJS dan sampel sebanyak 61 dengan menggunakan rumus slovin. Dari 61 berkas klaim, 25 (41.0%) berkas klaim yang tidak disetujui (pending klaim) dan 36 (59.0%) yang disetujui. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross section, analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan ketidaktepatan kode diagnosa dengan pending klaim. Ketidaklengkapan hasil pemeriksaan tes diagnostik, kategori tidak lengkap yang tidak disetujui sebanyak 17 (65.3%) dan kategori lengkap yang tidak disetujui sebanyak 8 (22.8%) berkas. Ketidaklengkapan dan ketidaktepatan pengisian rekam medis, pada kategori tidak lengkap/tidak tepat yang tidak disetujui sebanyak 16 (69.5%) dan 9 (23.6%) berkas. Ketidaksesuaian omit code, kategori tidak sesuai yang tidak disetujui sebanyak 17 (68.0%) dan kategori sesuai yang tidak disetujui sebanyak 8 (22.2%) berkas. Saran yang diajukan yaitu masih diperlukan sosialisasi terkait SOP pengkodingan; pihak manajemen perlu mengadakan pertemuan antara dokter, koder, dan tim verifikasi; sebaiknya koder mengikuti petunjuk omit code berdasarkan kaidah koding di ICD-10.

Copyrights © 2023






Journal Info

Abbrev

jkt

Publisher

Subject

Dentistry Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

JURNAL KESEHATAN TAMBUSAI Adalah jurnal yang mempublikasikan hasil penelitian kesehatan yang terintegrasi dengan bidang kesehatan Jurnal ini berguna bagi tenaga kesehatan di dinas kesehatan, puskesmas, rumah sakit, mahasiswa kesehatan, tenaga pengajar bidang kesehatan lainnya pada umumnya. Jurnal ...