Maskne dikenal ketika pandemi COVID-19 yang disebabkan gangguan oklusi folikel dan berhubungan langsung karena stress mekanis berupa tekanan, oklusi, gesekan serta karena mikrobioma disbiosis dari panas, pH, kelembaban. Penelitian ini dilakukan merupakan desain deskriptif analitik potong lintang pada mahasiswa/i Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara Angkatan 2020 dengan jumlah 86 subyek penelitian. Penelitian menggunakan kuesioner dan melakukan pemeriksaan fisik melalui foto wajah subyek penelitian serta menilainya menggunakan Sistem Penilaian Akne Global. Pada penellitian ini didapatkan masker KF94 adalah masker yang paling banyak digunakan oleh SP sebanyak 42 (48.8%). Perilaku penggunaan masker menunjukkan bahwa perilaku “baik” yaitu sebanyak 44 subyek (51.2%). Subyek penelitian yang tidak mengalami maskne paling banyak yaitu sebanyak 67 subyek (77.9%). Frekuensi penggantian masker SP menunjukkan 46 subyek (53.5%) yang mengganti maskernya 1 hari sekali. Tidak ada hubungan signifikan antara penggunaan masker dengan maskne, jenis masker dengan maskne, jenis kelamin dengan maskne.
Copyrights © 2023