siswa kesulitan dalam belajar Sejarah Kebudayaan Islam yaitu kurangnya motivasi, baik motivasi dalam diri maupun motivasi diluar dirinya sendiri, hal ini terlihat pada saat proses pembelajaran. Pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam masih banyak siswa yang kurang memperhatikan ketika guru memberikan penjelasan, disebabkan karena pembelajaran bersifat monoton. Faktor kedua adalah rendahnya kemampuan siswa sehingga siswa tidak bisa menyalurkan pendapatnya pada saat pelajaran berlangsung. Subjek Penelitian berjumlah 28 orang. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus ,dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (refleting). Menggunakan teknis analisis deskriftif kualitatif. Sebelum dilakukan penelitian tindakan, diawali dengan tahap pra siklus, pada tahap ini peneliti melakukan observasi tentang hasil evaluasi pembelajaran fikih kelas X. Hasil penelitian menujukkan bahwa pada tindakan kelas siklus II terjadi peningkatan hasil belajar siswa yaitu terdapat 28 siswa yang mengalami peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran SKI sebesar 86,20%dan 4 siswa yang tidak mengalami peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran SKI sebesar 13,80%. Dengan demikian peningkatan hasil belajar siswa telah mencapai target 85%.
Copyrights © 2022