Jurnal Permukiman
Vol 8 No 2 (2013)

Rumusan Metode Perhitungan Backlog Rumah

Yulinda Rosa (Pusat Litbang Permukiman, Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum Jl. Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kabupaten Bandung 40393)



Article Info

Publish Date
02 Aug 2013

Abstract

Tersedianya model perhitungan kebutuhan rumah yang sudah distandarkan berlaku secara nasional di Indonesia menjadi kebutuhan cukup mendesak saat ini. Ketersediaan data perumahan saat ini sangat terbatas, selain itu untuk informasi yang sama beberapa instansi mengeluarkan data berbeda . Perumusan model kebutuhan rumah dalam tulisan ini berdasarkan konsep kebutuhan rumah (housing need) setiap rumah tangga/keluarga dianggap sama yaitu jumlah rumah sudah tersedia atau rumah tangga baru yang membutuhkan rumah layak. Metode deduktif akan digunakan melalui pengamatan tiga model perhitungan backlog yaitu : model DCA, Fordham dan Cambridge, untuk mendapatkan model yang paling sesuai di Indonesia. Penelitian ini menghasilkan rumusan Backlog = ∑ faktor penambah - ∑ faktor pengurang + ∑ faktor eksternal. Backlog adalah jumlah rumah yang belum/tidak tertangani; Faktor penambah adalah semua faktor yang berpengaruh terhadap bertambahnya jumlah backlog rumah. Faktor penambah ini mencakup : 1. jumlah rumah tangga yang tidak memiliki rumah, 2. jumlah rumah tidak layak huni, 3. jumlah rumah rawan tidak layak huni, 4. jumlah bukan rumah tangga; faktor pengurang adalah semua faktor yang berpengaruh terhadap berkurangnya jumlah kebutuhan perumahan. Faktor pengurang ini mencakup : 1. jumlah rumah dibangun, 2. jumlah rumah diperbaiki karena sudah tidak layak huni, 3. jumlah rumah kosong (tidak dihuni). Faktor eksternal adalah faktor lain yang berpengaruh terhadap penyediaan kebutuhan perumahan, yaitu jumlah rumah rusak akibat bencana dan jumlah rumah rusak karena program kebijakan pemerintah.

Copyrights © 2013






Journal Info

Abbrev

JP

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana ...