Lumpur tinja mengandung banyak unsur yang berbahaya bagi kehidupan masyarakat dan lingkungan permukiman. Di sisi lain, kinerja sistem Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) menghasilkan kualitas efluen lumpur tinja yang belum memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan. Kegiatan ini merupakan kajian terhadap operasional IPLT yang sudah dibangun di beberapa tempat, melalui monitoring dan evaluasi terhadap debit dan kualitas air instalasi tersebut. Kajian ini ditujukan untuk menilai dan menetapkan tingkat pencemaran kualitas efluen limbah tinja di 8 (delapan) IPLT kota studi terpilih. Contoh limbah diambil dari 3 unit IPLT yang berbeda yaitu kolam anaerobik, kolam fakultatif dan kolam maturasi. Penilaian dilakukan terhadap kualitas dan laju beban pencemaran dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran (IP) dan pengembangannya dengan membandingkan parameter beban pencemaran dengan standar efluen. Hasil kajian menyimpulkan bahwa (1) Sebagian besar (62,5%) efluen IPLT kota studi termasuk kategori cemar ringan, dan sisanya sebesar 37,5% termasuk kategori cemar sedang; (2) Adanya masalah dalam pengoperasian dan pemeliharaan IPLT kota studi; (3) Upaya mengurangi kapasitas IPLT yang tidak terpakai (idle capacity) harus didahului perbaikan kinerja IPLT karena apabila tidak dilakukan perbaikan, maka potensi pencemaran lingkungan semakin besar.
Copyrights © 2016