Jurnal Permukiman
Vol 3 No 2 (2008)

Potensi Ruang Terbuka Hijau dalam Penyerapan Co2 Di Permukiman Studi Kasus : Perumnas Sarijadi Bandung dan Cirebon

Elis Hastuti (Pusat Litbang Permukiman Jl. Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kab. Bandung 40393)
Titi Utami (Pusat Litbang Permukiman Jl. Panyaungan, Cileunyi Wetan, Kab. Bandung 40393)



Article Info

Publish Date
01 Sep 2008

Abstract

Kondisi pembangunan perumahan di perkotaan yang sangat pesat cenderung meminimalkan  dan melakukan alih fungsi ruang terbuka hijau (RTH). Penghijauan diperlukan untuk  peningkatan kualitas ekosistem perkotaan, dengan menciptakan iklim mikro yang sehat dan nyaman melalui peningkatan luasan hijau sebagai penyerap emisi CO2 dan  polutan udara.Melalui  penelitian  perumahan berdasarkan karakter lokasi, aktivitas penduduk, dan  potensi pengembangan  RTH,  maka dilakukan pemilihan sampel  perumahan di Bandung dan Cirebon, yang  menunjukkan perbedaan karakteristik RTH. Pendekatan analisis untuk pengembangan RTH dilakukan  berdasarkan kebutuhan luasan hijau dan potensi penyerapan CO2. Di Perumnas Sarijadi, Bandung, menunjukkan tingkat penanaman tanaman dengan luas lahan hijau per rumah sekitar 2,46 m2/orang, dengan luas lahan hijau  di setiap rumah   berkisar antara 0-20 %. Sementara di Perumnas Burung-Gunung dan GSP mempunyai  tingkat luasan hijau  per rumah yaitu 1,02 – 1,84 m2/orang, dengan  prosentasi luas lahan hijau setiap rumah sekitar 0-20 %. Di lokasi RW 08 dan RW 09, Perumnas Gunung, saat ini RTH yang ada hanya 7 -10 % dari luas kawasan dengan luasan hijau sekitar 3,33 - 4,25 m2/orang. Untuk meningkatkan kualitas lingkungan  di permukiman, maka selain  peningkatan luasan hijau, juga diperlukan keanekaragaman sesuai  fungsi serapan, kondisi tanah, ataupun segi sosial. Penataaan bangunan dengan rumah susun harus mulai digalakkan sehingga untuk ruang terbangun yang dialokasikan 60 % di Perumnas Sarijadi agar  dapat mememuhi standar kebutuhan lahan hijau dengan minimum RTH sekitar 33 %. Sementara di Perumnas Gunung, penerapan konsep ‘roof garden’ atau penghijauan vertikal dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan lahan hijau penduduk dan penyerapan polutan kendaraan karena peningkatan luas RTH tidak mencukupi dari sisa lahan yang ada jika area terbangun dialokasikan 65 %, maka  kebutuhan RTH mencapai lebih dari 35 %. 

Copyrights © 2008






Journal Info

Abbrev

JP

Publisher

Subject

Civil Engineering, Building, Construction & Architecture

Description

Karya tulis ilmiah dibidang permukiman yang meliputi kawasan perkotaan/perdesaan, bangunan dan gedung yang ada didalamnya serta sarana dan prasarana ...