Pembangunan perumahan telah menyumbang emisi gas rumah kaca khususnya gas CO2 dalam jumlah yang cukup besar. Emisi CO2 yang ditimbulkan secara langsung maupun tidak langsung antara lain berasal dari energi yang digunakan untuk berbagai aktivitas yang dapat dikelompokan dalam aktivitas domestik, transportasi, limbah padat dan cair dan bahan bangunan untuk hunian dan sarana dan prasarana lingkungan. Perubahan alih fungsi lahan juga berpengaruh terhadap timbulan gas CO2. Pepohonan, kawasan hijau dan badan air berfungsi negatif terhadap CO2 karena berfungsi sebagai zink gas tersebut. Pengembangan rumah melebihi Koefisien Dasar Bangunan (KDB) menurunkan kenyamanan lingkungan dan meningkatkan emisi CO2. Tulisan ini membahas jumlah emisi CO2 yang ditimbulkan oleh pembangunan suatu lingkungan perumahan perkotaan. Metoda analisis deskriptif dan eksploratif digunakan untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu emisi CO2. Hasil penelitian menunjukan bahwa makin banyak rumah yang dikembangkan makin banyak gas yang teremisikan. Emisi gas CO2 terbesar berasal dari energi listrik yang digunakan untuk kegiatan domestik. Kenyamanan lingkungan perumahan akan dicapai apabila dapat terjadi keseimbangan antara gas yang timbul dan daya serap lingkungan. Salah satu usaha penurunan emisi CO2 dapat dilakukan melalui perencanaan dan perancangan bangunan dan kawasan.
Copyrights © 2008