Tulisan ini menyampaikan kajian eksperimen mengenai perilaku rangka batang baja canai dingin untuk konstruksi atap (kuda-kuda). Sebanyak enam rangka atap skala penuh telah diuji. Tujuan penelitian untuk mengukur kapasitas beban maksimum dan perilaku beban-deformasi. Kajian ini juga untuk mengkaji model kegagalan rangka atap terhadap kapasitas beban vertikal. Manfaat penelitian ini untuk memberi informasi perbedaan faktual kinerja rangka atap meski didesain untuk tujuan yang sama. Setiap rangka atap didesain untuk bentuk atap pelana dengan bentang, sudut kemiringan dan beban penutup atap yang sama. Setiap perencana diberi kesempatan untuk mengembangkan model geometri rangka atap, jumlah batang, jumlah sambungan dan ukuran profilnya sesuai dengan hasil analisis perhitungannya. Hasil pengujian menunjuukan produk baja canai dingin (BCD) dengan profil baja topi (hat) mempunyai keandalan lebih baik daripada profil C. Titik awal kegagalan rangka atap bervariasi, secara umum kegagalan tekuk lokal pada batang kord atas berdekatan dengan pelat dekat tumpuan (heel plate) atau batang yang diperkaku.
Copyrights © 2018