Alat pemantau lahar idealnya dipasang di daerah terpencil yang jauh dari pemukiman mendekati sumber aliran. Hal ini dimaksudkan agar penduduk di sekitar aliran memiliki cukup waktu untuk menyingkir jika akan terjadi banjir lahar. Masalah yang muncul, di daerah terpencil tidak ada infrastruktur sumber daya listrik untuk memberi daya alat pemantau dan infrastruktur komunikasi dari alat pemantau ke pusat pemantauan yang jauh letaknya. Jaringan sensor nirkabel atau wireless sensor network (WSN) yang autonomous, real time, kompak dan hemat energi merupakan pilihan yang tepat untuk pemantauan di daerah terpencil seperti halnya pada pemantauan lahar dingin. Dengan pemilihan topologi yang sesuai dan ujung depan sensor yang tepat dan akurat dapat mendukung dibangunnya sistem peringatan dini banjir lahar dingin yang murah namun handal. Kombinasi sensor kedalaman aliran dan sensor tekanan fluida digunakan mendeteksi material alir yang dapat berupa air atau lahar. Percobaan dilakukan untuk memperoleh data kedalaman aliran dan tekanan fluida sehingga menghasilkan dua persamaan regresi untuk dua material alir tersebut, dengan harapan dapat digunakan untuk memberikan informasi material alir suatu sungai yang berhulu di gunung berapi.
Copyrights © 2014