Sistem alarm perumahan yang umum biasanya mandiri, dirancang agar penghuni mengetahui jika terjadi sesuatu yang tidak beres dengan rumah tempat tinggal mereka. Misalnya, ketika terjadi pembukaan secara paksa pintu atau jendela, indikasi kebakaran, atau akses masuk area perumahan tanpa ijin. Sistem alarm mandiri seperti ini kebanyakan mengandalkan kewaspadaan penghuni rumah saja. Penghuni perumahan yang lain atau petugas keamanan mungkin saja tidak dapat memantau tanda bahaya ini jika letak rumah jauh dari jangkauan pandangan dan pendengaran. Terlebih, jika perumahan tersebut menempati area yang luas. Sistem alarm terpusat memberikan kemudahan pemantauan bagi petugas keamanan. Jaringan sensor nirkabel dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan sistem alarm terpusat. Pengumpul data dan penampil berupa komputer pribadi dapat ditempatkan di suatu pos penjagaan yang biasanya terletak di bagian depan atau dekat dengan gerbang masuk area perumahan. Tanda bahaya dapat diwujudkan dengan alert atau peringatan yang muncul di monitor komputer, disertai bunyi-bunyian.
Copyrights © 2016