Di era digital yang terus berkembang, fenomena cyberloafing - perilaku menghabiskan waktu kerja untuk aktivitas online yang bukan pekerjaan - telah menjadi tantangan serius yang dihadapi oleh organisasi di seluruh dunia. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana komitmen organisasi dan disiplin kerja dapat digunakan sebagai instrumen strategis untuk menangkal dampak negatif cyberloafing terhadap kinerja karyawan. Melalui pendekatan kuantitatif, kami mengumpulkan data dari 40 karyawan di berbagai sektor industri, dan menganalisisnya dengan menggunakan metode statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara cyberloafing dan kinerja karyawan, sedangkan komitmen organisasi dan disiplin kerja bertindak sebagai variabel moderator yang memperkuat dampak positif terhadap kinerja karyawan. Artikel ini membahas implikasi dari temuan ini untuk manajemen sumber daya manusia dan praktik pengembangan, dan memberikan rekomendasi tentang bagaimana organisasi dapat membangun komitmen dan disiplin kerja yang kuat sebagai strategi pencegahan terhadap perilaku cyberloafing. Dengan mempromosikan budaya kerja yang positif dan produktif, organisasi dapat melangkah lebih jauh untuk mencapai kinerja yang optimal. Dan variabel cyberloafing secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT Wahyu Orka Teknologi.
Copyrights © 2023