Tanah lempung lunak sebagai tanah dasar konstruksi memerlukan perkuatan berupa tiang-tiang untuk mengurangi penurunan dan meningkatkan kapasitas dukung. Material alternatif yang dapat digunakan dapat berupa tiang bambu atau tiang kayu. Tujuan kajian ini untuk mengetahui seberapa besar kapasitas dukung tiang-tiang ini dibandingkan dengan tiang beton. Penelitian dilakukan menggunakan uji model fisik di laboratorium. Tiang berdiameter 2 cm dengan panjang yang berbeda-beda dipancang ke dalam lempung kemudian diuji menggunakan pelat-pelat beban. Kapasitas tiang tunggal ditentukan dari hubungan beban dengan penurunan tiang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas tiang bambu dan tiang kayu masing-masing lebih tinggi 1,193 dan 1,086 kali kapasitas tiang beton. Hal ini disebabkan karena tiang beton memiliki berat yang lebih besar daripada tiang bambu dan tiang kayu. Berat beton menambah beban, sehingga penurunan semakin tinggi dan kapasitas tiangnya semakin rendah. Panjang tiang yang menghasilkan kapasitas yang lebih efektif didapatkan pada tiang-tiang dengan kedalaman minimum 3/5 dari ketebalan tanah lempung lunak.
Copyrights © 2023