Kecepatan dan keakuratan data SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition System) sangatlah dibutuhkan pada pengaturan sistem tenaga listrik. Operasi sistem tenaga listrik untuk area tertentu dikendalikan oleh Area Control Center (ACC). ACC bertanggung jawab terhadap kehandalan pasokan tenaga listrik yang menjadi daerah pengendaliannya, mengatur Subsistem 150 kV dan 70 kV. Data Telemetering Gardu Induk Mitsui 150 kV masih menggunakan Transducer yang masih berupa data analog (mili Ampere) yang dikirim ke RTU (Remote Terminal Unit) dan kelengkapan data metering yang dikirim ke Control Center hanya MW dan Mvar sehingga Dispathcer harus menghitung manual untuk mengetahui nilai Ampere. Serta data telemetering dari Transducer tidak akurat jika dibandingkan dengan data kWh Meter sebagai acuan. Berdasarkan analisis peralatan Transducer maka dilakukan penggantian Transducer ke Power Meter untuk mengakomodir akurasi dan kelengkapan data Telemetering dengan data yang dikirim ke RTU sudah berupa data digital (protocol Modbus). Power Meter sebelum beroperasi dilakukan tahap pengujian injeksi arus dan tegangan Power Meter agar didapatkan nilai akurasi data mencapai 100% dari nilai batas ± 5% (Standar PLN Pedoman Pemeliharaan Remote Station) hingga sesuai dengan nilai kWh Meter sebagai acuan pembanding. Kata Kunci : SCADA, ACC, RTU, Protocol Modbus
Copyrights © 2022