Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

SIMULATOR PENGATUR OTOMATIS SUHU AIR HANGAT 37°C - 55 °C PADA WATER HEATER BERBASIS MICROKONTROLLER ATMEGA 8535 Zaki Rokhandi; Bekti Yulianti; Binsar Pangaribuan; Nurwijayanti KN
Jurnal Teknologi Elektro Vol 8, No 3 (2017)
Publisher : Electrical Engineering, Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.938 KB) | DOI: 10.22441/jte.v8i3.2181

Abstract

Pemanas air (water heater) merupakan alat yang digunakan untuk memanaskan air yang menggunakan energi sebagai sumber pemanas. metode penggunaan Pemanas air (water heater) yang digunakan pada saat ini masih menggunakan indera perasa untuk mengetahui seberapa besar suhu air hangat yang diinginkan dan penggunaannya pun masih dengan cara manual yaitu dengan mengkombinasikan keran air panas dengan keran air normal untuk mendapatkan suhu air hangat yang diinginkan. Simulator pengatur suhu otomatis warm water, merupakan simulator alat dengan fungsi warm water yang akan dikendalikan oleh microkontroller atmega 8535 sebagai pengontrol suhunya. Untuk suhu tetapan (setting point) yang di gunakan adalah 37°C, jika suhu kurang dari setting point maka heater on, dan jika suhu lebih dari setting point maka heater off. Sehingga suhu pada tanki pemanas stabil atau konstan secara otomatis.Hasil dari pengujian validasi sensor DS18B20 terhadap alat yang sudah di validasi hasilnya sesuai. Selisih perbandingan nilai pembacaan kalibrasi antara sensor DS18B20 dengan thermometer digital dan thermometer analog (air raksa) masih dalam batas toleransi yaitu masih di bawah rata-rata < 1.5°C dengan error setiap pembacaan maksimal < 4 %. Dari hasil pengukuran didapat nilai ketidakpastian relative untuk pengukuran 10 cm pada sensor SRF-04 sebesar 0.003 %, pengukuran 20 cm pada sensor SRF-04 sebesar 0.001%. Kata Kunci— water heater, microkontroller atmega 8535, simulasi
RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN BERDASARKAN WAKTU MENGGUNAKAN RTC BERBASIS ARDUINO UNO PADA TANAMAN TOMAT FERDINAND MARINUS; BEKTI YULIANTI; MUNNIK HARYANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.674 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i1.488

Abstract

ABSTRAK Tumbuhan merupakan salah satu makhluk hidup yang membutuhkan air dan tanah yang subur sebagai salah satu syarat agar dapat bertumbuh kembang dengan baik. Salahsatu kebutuhun untuk tumbuhan adalah air yang memiliki beberapa fungsi untuk kehidupantumbuhan diantaranya sebagai komponen dalam proses fotosintesis dan transpirasi padatumbuhan, banyaknya energi pada proses fotosintesis menyebabkan kebutuhan air padatanaman menjadi tinggi. Tingkat kesuburan tanaman dapat dipengaruhi dengan intensitasair yang dikandungnya. Namun saat ini dalam kegiatan pertanian terkadang petani kesulitanpada saat waktu penyiraman karena harus dilakukan dengan cara yang manual yang kurangefisien sehingga sangat membuang banyak waktu.Dengan perkembangan jaman denganteknologi saat ini yang serba digital maka dari permasalahan diatas maka dibutuhkan suatualat yang dapat mempermudah petani dalam menyiram tanaman secara otomatis denganmenggunakan RTC, dalam pembuatan alat penyiraman tanaman otomatis berdasarkanwaktu menggunakan:Tiny RTC DS1307, Pompa air 12V, Selenoid Valve 12V, Rellay 5V 2Channel, LCD 20x4, Inter Integrated Circuit (I2C), Arduino UNO R3 sebagai pengendaliutama untuk penyiraman berdasarkan waktu dan Rain Sensor Moduleuntuk mengatursistem penyiraman pada saat hujan turun.Dari hasil pengujian dapat diketahui bahwa padaalat sistem penyiraman ini mengatur waktu set point penyiraman pada pagi hari pukul 07.00WIB, siang hari Pukul 12.00 WIB dan sore hari Pukul 17.00 WIB. Dalam hal sensor hujan(rain sensor) berfungsinya sudah sangat baik jika ada terjadi hujan kecil sampai hujan besarsistem akan berhenti (off).Kata kunci :Arduino UNO R3, LCD 20x4, Rain Sensor, RTC (Real Time Clock)
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA MENGGUNAKAN SOLAR CELL 50 WATT MUNNIK HARYANTI; BEKTI YULIANTI; JAMAL SADIKIN
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (975.914 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i2.821

Abstract

Sebagai sumber energi, listrik merupakan sebuah unsur yang sangat vital dalam kehidupan manusia pemanfaatan energi listrik terhadap kebutuhan kehidupan manusia menjadi satu hal yang tidak bisa terpisahkan, berkembangnya teknologi manusia dan perkembangan industri diseluruh dunia merupakan sebuah tantangan bagi umat manusia dalam memperbaiki kehidupan sebagai individu maupun terciptanya lingkungan yang baik dalam suatu homogenitas yang komplek. Pembangkit listrik tenaga surya skala lab menggunakan solar cell 50 Watt adalah merupakan langkah awal untuk dapat dikembangkan lagi menjadi lebih besar lagi sehingga dapat memenuhi kebutuhan manusia akan energi listrik yang akan semakin besar sejalan dengan perkembangan teknologi yang semakin maju dan populasi manusia yang bertambah besar. Pembangkit listrik tenaga surya skala lab menggunakan solar cell 50 Watt yang sudah dibuat dapat bekerja dengan baik dan ini dapat diaplikasikan untuk kebutuhan peralatan listrik dengan konsumsi yang daya rendah, pembangkit listrik tenaga surya ini dapat menghasilkan energi sekitar 400 Watt dengan kurun waktu penyinaran sekitar 9 jam dan dapat digunakan untuk alat – alat lab, penerangan dan lain –lain.Kata Kunci : pembangkit listik, tenaga surya
ANALISIS PENGARUH EFEK KUAT MEDAN LISTRIK SALURAN TEGANGAN TINGGI TRANSMISI 70 KV - 150 KV PADA LINGKUNGAN PERUMAHAN DOHARNI VINNIKE NAINGGOLAN; HINDARDI HINDARDI; BEKTI YULIANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 5, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.312 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v5i2.211

Abstract

Pembangkit tenaga listrik untuk memenuhi kebutuhan tenaga listrik bagi suatu wilayah (pusat beban/load center), biasanya terletak jauh dari pusat beban. Jarak antara sumber tenaga listrik dengan pusat beban biasanya mencapai puluhan bahkan sampai ratusan Kilometer, yang disalurkan lewat jaringan atau saluran transmisi . Namun jaringan transmisi tegangan tinggi sebesar 150 KV tersebut dapat menimbulkan medan lisrik yang akan berpengaruh terhadap muatan-muatan disekitarnya termasuk terhadap lingkungan perumahan dan manusia yang berada disepanjang jaringan tersebut.Atas dasar pertimbangan ini maka perlu ada kegiatan analisa pengaruh kuat medan listrik mengacu pada rumus dasar Hukum Coulomb dan mengukur objek penelitian dilingkungan perumahan yang dilalui saluran transmisi. Dari penelitian yang sudah dilakukan ditemukan kuat medan listrik masih standar amanuntuk manusia, dengan mengacu pada standar WHO yang menjelaskan bahwa medan listrik akan berpengaruh pada manusia dengan standar 5 KV/m.Sehingga dapat disimpulkan bahwa salah satu upaya untuk mengurangi dampak medan listrik dan medan magnet terhadap lingkungan perumahan adalah dengan menanam pohon sebanyak mungkin disekitar lingkungan perumahan. Dalam penanaman pohon disarankan agar puncak pohon berjarak minimum 15 meter dari kabel SUTET/SUTT terbawah. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari bersentuhnya bagian pohon dengan kabel SUTET/SUTT yang dapat berakibat putusnya kabel SUTET/SUTT.Kata-kata kunci: Medan listrik, pengaruh medan listrik.
STUDI KASUS PERHITUNGAN KUALITAS FIELD STRENGTH PADA PERENCANAAN PENYIARAN TV DIGITAL DVB-T2 DI WILAYAH PADANG DAN PARIAMAN HENDRA SUDRAJAT; BEKTI YULIANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 4, No 1 (2015): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.344 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v4i1.827

Abstract

Operator TV Digital harus bisa memberikan layanan yang terbaik terhadap penyewa dan pemirsa di wilayah-wilayah layanan dalam zona layanannya sesuai komitmen pada saat seleksi penyelenggaraan multipleksing. Pelayanan yang diberikan diantaranya dengan memberikan kualitas sinyal penerimaan (field strength) yang bagus di wilayah-wilayah layanannya.Tujuan penelitian pada tugas akhir ini adalah melakukan proses perhitungan field strength prediction untuk mengetahui kuat sinyal dari suatu wilayah test point dan wilayah perencanaan untuk kemudian dianalisis dengan menggunakan simulasi Radio Planning sofware. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui bahwa terdapat 9 wilayah dari 11 wilayah (81,8 %) yang mendapat hasil perhitungan field strength diatas 45,402 dBμV/m, yang berpengaruh terhadap kualitas video. Wilayah yang mempunyai kualitas video baik sekali (Field Strength 110 – 80 dBμV/m) adalah wilayah Padang kota dan Jl. Indarung. Wilayah yang mempunyai kualitas video baik Field Strength 80 – 60 BμV/m) adalah wilayah Tugu Perjuangan, wilayah Teluk Bagan, wilayah Lubuk Begatung, wilayah Padang Kota, wilayah Siguntur, wilayah Pasar mbacang, wilayah yang mempunyai kualitas video cukup baik (Field Strength 60 – 45 dBμV/m) adalah wilayah Lubuk Kalung dan wilayah yang tidak dapat menerima sinyal video (Field Strength dibawah 45 dBμV/m adalah wilayah Pariaman dan Kampung Ladang.Kata kunci : multipleksing, coverage area, field strength prediction
PERANCANGAN SISTEM PACKING BERAS OTOMATIS MENGGUNAKAN ARDUINO UNO RIZKY M ALFI; AGUS SUGIHARTO; MUNNIK HARYANTI; BEKTI YULIANTI
JURNAL TEKNIK INDUSTRI Vol 9, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNIK INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.462 KB) | DOI: 10.35968/jtin.v9i2.643

Abstract

ABSTRAKAt this time, we need a tool to process the product arrangement, and packing or packing. The packaging functions so that the item is not easily damaged, due to external factors. As from the weather and pests when it will be saved. The rice filling packing device is designed quite simple, which can automatically control the packaging system design or the goods packing system using a conveyor, which is driven through a microcontroller. From this measurement tool can work quite well in terms of the packing process with the measurement media with the distance between the infrared sensor that detects the packaging. Keyword : Packing, Filling Rice, Microcontroller, Infra Red
Rancang Bangun Prototipe Alat Angkut Helikompter Berbasis Arduino Evaristus Chandler Sunarto; Bekti Yulianti
TESLA: Jurnal Teknik Elektro Vol 20, No 2 (2018): TESLA: Jurnal Teknik Elektro
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.032 KB) | DOI: 10.24912/tesla.v20i2.2992

Abstract

The development of ground support equipment in the aviation world is increasingly advanced and cannot be separated from various problems in its operation on helicopters. Ground support is a supporting tool needed to help the performance of helicopters when aircraft maintenance is carried out in the work area within the airport or while in the hangar. Some obstacles to ground support faced include holding the load, maintaining the balance of the helicopter during the towing / pushback process, in the event that the air traffic guide will delay the towing / pushback process to cross the runway to overcome this problem, the prototype of Arduino transport equipment was designed as the main controller which is controlled by an Android smartphone via a Bluetooth connection. The prototype was designed using two DC motors that function as movers and steering so that they can move forward, backward, turn and stop.from the results of testing the prototype, the maximum PWM speed conditions required are 255, the input voltage on both DC motors is 7.32 Volt will produce a 76.8 RPM rotation on motor 1 and produce a 76.4 RPM rotation on the motor 2. At speed conditions minimum PWM required is 90, then the input voltage on both DC motors is 5.77 Volt will produce 63.9 RPM rotation on motors 1 and 64.1 RPM on motor 2Perkembangan peralatan ground support di dunia penerbangan semakin maju dan tidak dapat dipisahkan dari berbagai masalah dalam pengoperasiannya pada helikopter. Ground support merupakan alat penunjang yang dibutuhkan untuk membantu kinerja dari helikopter saat dilakukan perawatan pesawat udara di area kerjanya dalam lingkup bandara maupun saat berada didalam hanggar. Beberapa kendala ground support yang dihadapi antara lain menahan beban, menjaga keseimbangan helikopter selama prosestowing/pushback berlangsung, pada kondisi notam di mana pemandu lalu lintas udara akan menunda proses towing/pushback untuk menyebrang landasan pacu, untuk mengatasi masalah tersebut, maka dirancang prototipe alat angkut dengan arduino sebagai pengendali utamayang dikendalikan dengan smartphone android melalui koneksi bluetooth. Prototipe dirancang menggunakan dua motor DC yang berfungsi sebagai penggerak dan steering agar dapat bergerak maju, mundur, berbelok dan berhenti. Dari hasil pengujian prototipe, kondisi kecepatan maksimum PWM yang dibutuhkan sebanyak 255, maka tegangan input pada kedua motor DC adalah 7,32 Volt akan menghasilkan putaran 76,8 RPM pada motor 1 dan menghasilkan putaran 76,4 RPM pada motor 2. Pada kondisi kecepatan minimum PWM yang dibutuhkan sebanyak 90, maka tegangan input pada kedua motor DC adalah 5,77 Volt akan menghasilkan putaran 63,9 RPM pada motor 1 dan 64,1 RPM pada motor 2.
Remote Control Berbasis Internet of Things ( IoT) Hafiz Mukhsin; Bekti Yulianti
Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (SENASTINDO) Vol 3 (2021): Prosiding Seminar Nasional Sains Teknologi dan Inovasi Indonesia (Senastindo)
Publisher : Akademi Angkatan Udara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.92 KB) | DOI: 10.54706/senastindo.v3.2021.135

Abstract

Sebagian besar perangkat elektronik pada saat ini dilengkapi dengan remote control sehingga pengguna dapat mengaktifkan dan mengontrol peralatan tersebut dari jarak tertentu. Permasalahan yang timbul setiap peralatan elektronik memiliki remote control yang berbeda. Ini menjadi tidak praktis apabila di rumah terdapat banyak peralatan elektronik. Perancangan remote control menggunakan aplikasi TUYA pada tulisan ini dan diintegrasikan smart system untuk menjalankan perintah otomatisasi dan fitur “one push” yang bekerja untuk mengendalikan perangkat elektronik tersebut. Selain itu pada remote control ini juga rancang berdasarkan titik GPS atau koordinat dari smartphone pengguna , jika pengguna meninggalkan titik lokasi maka alat electronik akan mati begitu pula sebaliknya. Untuk menghemat penggunaan daya dan juga effisiensi pada alat disetting otomatisasi dimana alat elektronik akan mati dan menyala sesuai waktu yang telah ditentukan. Berdasarkan uji coba semua peralatan elektronik berjalan jika konektifitas stabil, tidak memerlukan kuota yang banyak dan koneksi cepat. Jarak jangkauan antara remote dan router yaitu 29,79 Meter dengan free space lose sebesar 2,295 dB/km.
PEMANFAATAN PELTIER UNTUK COOLER BOX MINI Munnik Haryanti; Yohanes Dewanto; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 1 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i1.882

Abstract

Mesin pendingin sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, utama nya untuk menjaga bahan makanan (ikan, sayur dll) agar tetap terlihat segar. Perkembangan mesin-mesin pendingin yang ada pun semakin pesat sesuai kebutuhan, ada yang menggunakan gas hingga semi konduktor. Saat ini salah satu semi konduktor yang digunakan adalah thermoelektrik, karena pada dua sisi nya dapat menyebabkan efek panas dan dingin (efek peltier). Pemanfaatan peltier ini dapat membuat pendingin yang ramah lingkungan dan fleksible untuk dibawa kemana-mana. Rancangan cooling box ini mempunyai suhu terendah 6,50C selang waktu 15 menit tanpa media apapun. Uji coba dengan menggunakan air kemasan 300ml dapat dapat mencapai suhu 9,50C dalam waktu 30 menit di dalam cooling box. Kata kunci : thermoelektrik, cooling box, peltier.
ANALISA RFC 2544 PADA SISTEM KOMUNIKASI KABEL LAUT LINK KOTA KENDARI – KABUPATEN KONAWE KEPULAUAN Andre Morris; Bekti Yulianti
JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI Vol 11, No 2 (2022): JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI
Publisher : JURNAL TEKNOLOGI INDUSTRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jti.v11i2.952

Abstract

Proyek Palapa Ring merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang dibangun oleh Kementrian Komunikasi dan Informatika dalam rangka pemerataan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di daerah 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan). Proyek yang dibangun yaitu berupa jaringan tulang punggung berbasis fiber optik. Pada jaringan telekomunikasi berbasis fiber optik perlu dilakukan pengujian berkala untuk memastikan konsistensi performansi jaringan dengan melakukan pengujian berbasis RFC 2544 yang direkomendasikan oleh Internet Engineering Task Force (IETF). Parameter pengujian yang dilakukan adalah Throughput, Latency, Packet Loss, dan Back to Back dengan membandingkan hasil perhitungan dan hasil pengukuran alat uji performansi jaringan. Adapun pengujian dilakukan pada Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) link Kota Kendari – Kabupaten Konawe Kepulauan yang berjarak 82,48 km yang merupakan salah satu jaringan Palapa Ring. Berdasar hasil analisa performansi jaringan didapat nilai throughput rata-rata 99,996%, nilai latency (RTT) 929,13 µs, nilai frame loss 0 (zero frame loss), dan pada pengujian back-to-back jumlah frame yang dilewatkan pada jaringan, rata-rata berkurang 37% seiring kenaikan jumlah bit frame sizenya. Dengan begitu disimpulkan bahwa performansi jaringan SKKL link Kota Kendari – Kabupaten Konawe Kepulauan masih memenuhi standar yang ditetapkan dalam rekomendasi pengujian RFC 2544. Kata kunci: Jaringan Tulang Punggung, RFC 2544, IETF, Throughput, Latency, Packet Loss, Back to Back